translate

ramp my enterprenuer inspiration

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 18 Maret 2011

s2 teknik industri

Program Studi Teknik Industri


Kesuksesan anda dalam menjalankan organisasi ataupun menjadi akademisi sangat tergantung pada kemampuan analitis dan manajerial yang anda miliki. Hakekat dari program Teknik Industri, yang memadukan disiplin manajemen dan keteknikan, adalah hal yang ideal untuk mengasah kemampuan anda dalam menapaki jenjang karir di sektor apapun anda bekerja, manufaktur maupun jasa, ataupun organisasi pemerintahan. Setelah lulus dari program ini, anda diharapkan menjadi manajer yang tangguh di perusahaan, menjadi konsultan yang berkualitas internasional, atau menjadi tenaga akademisi yang produktif di perguruan tinggi.

Jurusan Teknik Industri yang berada dalam naungan Fakultas Teknologi Industri (FTI) membuka program studi PascaSarjana S-2 Teknik Industri mulai tahun ajaran 1996/1997. Dari tahun ajaran 1996/1997 sampai dengan tahun ajaran 2004/2005, telah meluluskan 237 alumninya dari 755 mahasiswa yang ada. Jurusan Teknik Industri ITS adalah jurusan terpandang di Indonesia dan cukup diakui di dunia internasional. Dengan usia yang telah melewati 20 tahun, Jurusan Teknik Industri ITS telah menjadi salah satu program yang cukup produktif dalam menghasilkan lulusan maupun karya penelitian.

Didukung oleh 31 staf pengajar dengan kualifikasi: 1 orang Profesor, 7 orang Doktor,serta 23 Master. Sarana penunjang yang tersedia adalah sebagai berikut: Ruang Kuliah Full AC dan LCD, 6 Laboratorium, Ruang Diskusi, Ruang Baca dengan lebih dari 4000 bahan pustaka, jurnal ilmiah internasional, jurnal ilmiah nasional, termasuk sambungan Internet serta fasilitas lain.

Tujuan Pendidikan

Pendidikan Program Magister Teknik Industri bertujuan untuk membentuk sarjana yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang tinggi di dalam perencanaan, pengorganisasian sistem industri secara lebih luas dan kompleks. Kemampuan lain yang diinginkan dari keberadaan program ini adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi yang dilihat khususnya di sistem industri. Untuk itu maka seorang sarjana Teknik Industri mempunyai peran yang sangat kuat yang berhubungan dengan perancangan (design), perbaikan dan pengoperasian sistem produksi yang melibatkan manusia, material, mesin dan peralatan serta informasi dan energi secara integral.
Dalam memenuhi kemampuan diatas maka seorang sarjana Teknik Industri harus mendapat bekal yang kuat yang dapat memanfaatkan dan mengaplikasikan ilmu-ilmu sosial (khususnya ekonomi) dan ilmu keteknikan secara bersama-sama yang dapat dipakai untuk menganalisa, memprediksi serta melakukan evaluasi hasil yang akan dicapai oleh sistem industri secara optimal.

Bidang Keahlian

Program Studi Teknik Industri memiliki 3 bidang keahlian yang dapat dipilih mahasiswa sesuai bakat dan kemampuannya, antara lain:
1.
Manajemen Operasional

Memberikan kemampuan analitis dan manajerial dalam mengelola proses transformasi sumber daya menjadi produk atau jasa pada suatu organisasi dengan cara yang efektif dan efisien.
2.
Rekayasa Kualitas

Memberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk meningkatkan kualitas produk dan jasa melalui pemahaman terhadap standar, quality control , quality assurance , berbagai alat statistik untuk keperluan pengendalian dan peningkatan kualitas, serta implementasi konsep Total Quality Management, Six Sigma, dan perbaikan berkelanjutan.
3.
Rantai Pasok (Supply Chain)

Memberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengelola aliran barang, informasi dan uang, bukan hanya dalam satu organisasi, tetapi dari hulu ke hilir dalam supply chain

Kegiatan Akademik

Program Studi S-2 Teknik Industri dilaksanakan dengan beban kredit total 40 sks dalam waktu normal 4 semester (2 tahun), namun mahasiswa yang berprestasi bisa menyelesaikannya dalam waktu 3 semester. Setiap mahasiswa harus menempuh kuliah wajib, kuliah pilihan, proposal tesis dan tesis sesuai dengan kurikulum.  Kalender akademik semester I dimulai awal September, sementara semester II dimulai awal Februari dan berakhir Juni.

Waktu Perkuliahan:
Reguler:

Senin-Jumat pukul 08.00-16.00
Petang:

Senin-Jumat pukul 06.30-22.00
Akhir Pekan:

Sabtu dan Minggu pukul 08.00-16.00


Sarana Penunjang

Peralatan laboratorium dan ruang laboratorium yang memadai adalah sangat diperlukan, baik untuk menunjang proses pembelajaran bagi mahasiswa, mendukung penelitian staf akademik, maupun memperkuat peran konsultasi terhadap industri.
  1. Laboratorium CIM
  2. Laboratorium Proses Manufaktur
  3. Laboratorium Ergonomi, Teknik Tata Cara dan Pengukuran Kerja
  4. Laboratorium Perancangan Fasilitas Kerja   
  5. Laboratorium Optimasi
  6. Laboratorium Sistem Informasi 
  7. Laboratorium Statistik dan Manajemen Keputusan 
  8. Studio Manajemen dan Sistem Industri
Untuk informasi lebih lanjut tentang pendaftaran, hubungi:
read more...

rancangan penelitian

mau belajar rancangan penelitian di teknik industri ?
silahkan liat disini :) KLIK
sukses prindustrian indonesia
read more...

Minggu, 06 Maret 2011

contoh manajemen proyek perusahaan

contoh manajemen proyek download
read more...

konsep manajemen proyek

Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia,
masalah dan proses. Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan
penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan
dalam model kematangan kemampuan manajement manusia (
a people management
capability maturity model
/ PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan
organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam menyelesaikan masalah dengan
melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi,
pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.
3.1.1. Dasar-Dasar Organisasional
Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama
antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai
suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem
maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :
1. orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah
satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.
2. tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang.
3. posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau
kedudukannya masing-masing.
4. pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan
(job) masing-masing sesuai dengan posisinya.
5. teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk
membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.
6. struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan
dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.
7. lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi
keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang
organisasi.
Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja
bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan
tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :
1. tujuan organisasi yang jelas
2. tugas yang dilakukan harus jelas
3. pembagian tugas yang adil
4. penempatan posisi yang tepat
5. adanya koordinasi dan integrasi
Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan
manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat
menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas
(strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya
bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.
1. Manajemen tingkat bawah (operasional)
- Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah
ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila
diterapkan dengan benar.
- Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas
sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol
inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.
- Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat
tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan
pengguna
on-line
terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi
real-time
2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)
- Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan
mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa
dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan
meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk
meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan
produktivitas.
- Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan
membutuhkan sangat besar informasi
real- time
agar dapat melakukan
pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai
standar.
3. Manajemen tingkat atas (strategik)
- Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing
manajer operasional dan manajer tingkat menengah.
- Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak
pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya
adalah pengarahan dan perencanaan.
- Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi
menjalankan tugas dan tujuan organisasi.
- Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahan-
perubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui
peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi
perusahaan-perusahaan pesaing)
read more...

manajemen proyek

Kemajuan dan perkembangan dalam perindustrian telah mendorong untuk melakukan beberapa aspek pengelolaan dan manajemen yang dituntut memiliki kinerja, kecermatan, ekonomis, kecepatan, ketepatan, ketelitian serta keamanan yang tinggi dalam mengelola harapan . Manajemen suatu kegiatan baik investasi kecil maupun besar  dalam skala proyek memerlukan suatu metode yang sudah teruji, sumber daya yang berkualitas dan penerapan ilmu pengetahuan yang tepat.
Proyek merupakan gabungan seperti sumber daya manusia, material, machine dan modal/biaya dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai tujuan dalam sasaran dan tujuan. Sifat dari suatu proyek adalah bersifat sementara dan dalam kurun waktu yang dibatasi. Suatu proyek biasanya terjadi karena suatu keperluan yang mendesak karena tuntutan pengembangan dari suatu lokasi tertentu.
Jenis proyek dalam buku ini dikelompokkan berdasarkan komponen kegiatan utama dan hasil akhirnya, yaitu :
  1. Proyek konstruksi. Hasilnya berupa pembangunan jembatan, gedung, jalan raya, dsb.
  2. Proyek Industri Manufaktur. Kegiatannya mulai dari merancang hingga terciptanya suatu produk baru.
  3. Proyek Penelitian dan Pengembangan. Melakukan penelitian dan pengembangan hingga tercuptanya sebuah produk tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu produk, pelayanan atau suatu metode tertentu.
  4. Proyek Padat modal. Suatu proyek yang memerlukan modal yang besar. Misalnya pembebasan tanah, pembelian dan pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dsb.
  5. Proyek Pengembangan Produk Baru. Merupakan gabungan dari proyek penelitian dan pengembangan dengan proyek padat modal.
  6. Proyek Pelayanan Manajemen. Berhubungan dengan fasilitas nonfisik atau jasa dari perusahaan. Misalnya pengembangan sistem informasi perusahaan, Peningkatan produktivitas dari karyawan, dsb.
  7. Proyek Infrastruktur. Penyediaan kebutuhan masyarakat luas dalam hal prasarana transportasi, Waduk, pembangkit listrik, instalasi telekomunikasi dan penyediaan sumber air minum.
Definisi dari manajemen proyek yaitu penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan ketrampilan, cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja. Dalam manajemen proyek, perlunya pengelolaan yang baik dan terarah karena suatu proyek memiliki keterbatasan sehingga tujuan akhir dari suatu proyek bisa tercapai. Yang perlu dikelola dalam area manajemen proyek yaitu biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem informasi.
Ada tiga garis besar yang dibahas dalam buku ini untuk menciptakan berlangsungnya sebuah proyek, yaitu :
  1. Perencanaan
  2. Untuk mencapai tujuan, sebuah proyek perlu suatu perencanaan yang matang. Yaitu dengan meletakkan dasar tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan segala program teknis dan administrasi agar dapat diimplementasikan.Tujuannya agar memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya dan keselamatan kerja. Perencanaan proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa nilai, perencanaan area manajemen proyek (biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem informasi.).
  3. Penjadwalan
  4. Merupakan implementasi dari perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, material), durasi  dan progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya. Proses monitoring dan updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis agar sesuai dengan tujuan proyek. Ada beberapa metode untuk mengelola penjadwalan proyek, yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), Network Planning dan waktu dan durasi kegiatan. Bila terjadi penyimpangan terhadap rencana semula, maka dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi agar proyek tetap berada dijalur yang diinginkan.
  5. Pengendalian Proyek
  6. Pengendalian mempengaruhi hasil akhir suatu proyek. Tujuan utama dari utamanya yaitu meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari pengendalian proyek yaitu optimasi kinerja biaya, waktu , mutu dan keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian yaitu berupa pengawasan, pemeriksaan, koreksi yang dilakukan selama proses implementasi.
Buku ini juga membahas mengenai contoh-contoh sebuah proyek dan aplikasi yang digunakan untuk manajemen proyek yaitu Primavera Project Planner. Bagi yang menekuni manajemen proyek buku ini memang menjadi bacaan wajib.
Buku dengan judul “Manajemen Proyek : Perencanaan, Penjadwalan dan pengendalian Proyek” merupakan karya dari Ir. Abrar Husen, MT. Saya berminat membaca buku ini karena mendapat buku ini dari hasil pinjaman teman kuliah. Terima kasih atas pinjaman bukunya. Ada buku yang bisa saya pinjam ??
Posting Terkait:
  1. manajemen kinerja
  2. Konsep Manajemen Supply Chain
  3. Produk Baru dan Manajemen Produk
read more...