translate

ramp my enterprenuer inspiration

Tampilkan postingan dengan label manaagemen proyek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manaagemen proyek. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2011

contoh manajemen proyek perusahaan

contoh manajemen proyek download
read more...

konsep manajemen proyek

Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia,
masalah dan proses. Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan
penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan
dalam model kematangan kemampuan manajement manusia (
a people management
capability maturity model
/ PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan
organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam menyelesaikan masalah dengan
melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi,
pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.
3.1.1. Dasar-Dasar Organisasional
Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama
antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai
suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem
maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :
1. orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah
satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.
2. tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang.
3. posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau
kedudukannya masing-masing.
4. pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan
(job) masing-masing sesuai dengan posisinya.
5. teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk
membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.
6. struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan
dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.
7. lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi
keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang
organisasi.
Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja
bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan
tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :
1. tujuan organisasi yang jelas
2. tugas yang dilakukan harus jelas
3. pembagian tugas yang adil
4. penempatan posisi yang tepat
5. adanya koordinasi dan integrasi
Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan
manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat
menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas
(strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya
bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.
1. Manajemen tingkat bawah (operasional)
- Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah
ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila
diterapkan dengan benar.
- Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas
sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol
inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.
- Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat
tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan
pengguna
on-line
terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi
real-time
2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)
- Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan
mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa
dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan
meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk
meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan
produktivitas.
- Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan
membutuhkan sangat besar informasi
real- time
agar dapat melakukan
pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai
standar.
3. Manajemen tingkat atas (strategik)
- Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing
manajer operasional dan manajer tingkat menengah.
- Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak
pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya
adalah pengarahan dan perencanaan.
- Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi
menjalankan tugas dan tujuan organisasi.
- Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahan-
perubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui
peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi
perusahaan-perusahaan pesaing)
read more...

manajemen proyek

Kemajuan dan perkembangan dalam perindustrian telah mendorong untuk melakukan beberapa aspek pengelolaan dan manajemen yang dituntut memiliki kinerja, kecermatan, ekonomis, kecepatan, ketepatan, ketelitian serta keamanan yang tinggi dalam mengelola harapan . Manajemen suatu kegiatan baik investasi kecil maupun besar  dalam skala proyek memerlukan suatu metode yang sudah teruji, sumber daya yang berkualitas dan penerapan ilmu pengetahuan yang tepat.
Proyek merupakan gabungan seperti sumber daya manusia, material, machine dan modal/biaya dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai tujuan dalam sasaran dan tujuan. Sifat dari suatu proyek adalah bersifat sementara dan dalam kurun waktu yang dibatasi. Suatu proyek biasanya terjadi karena suatu keperluan yang mendesak karena tuntutan pengembangan dari suatu lokasi tertentu.
Jenis proyek dalam buku ini dikelompokkan berdasarkan komponen kegiatan utama dan hasil akhirnya, yaitu :
  1. Proyek konstruksi. Hasilnya berupa pembangunan jembatan, gedung, jalan raya, dsb.
  2. Proyek Industri Manufaktur. Kegiatannya mulai dari merancang hingga terciptanya suatu produk baru.
  3. Proyek Penelitian dan Pengembangan. Melakukan penelitian dan pengembangan hingga tercuptanya sebuah produk tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu produk, pelayanan atau suatu metode tertentu.
  4. Proyek Padat modal. Suatu proyek yang memerlukan modal yang besar. Misalnya pembebasan tanah, pembelian dan pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dsb.
  5. Proyek Pengembangan Produk Baru. Merupakan gabungan dari proyek penelitian dan pengembangan dengan proyek padat modal.
  6. Proyek Pelayanan Manajemen. Berhubungan dengan fasilitas nonfisik atau jasa dari perusahaan. Misalnya pengembangan sistem informasi perusahaan, Peningkatan produktivitas dari karyawan, dsb.
  7. Proyek Infrastruktur. Penyediaan kebutuhan masyarakat luas dalam hal prasarana transportasi, Waduk, pembangkit listrik, instalasi telekomunikasi dan penyediaan sumber air minum.
Definisi dari manajemen proyek yaitu penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan ketrampilan, cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja. Dalam manajemen proyek, perlunya pengelolaan yang baik dan terarah karena suatu proyek memiliki keterbatasan sehingga tujuan akhir dari suatu proyek bisa tercapai. Yang perlu dikelola dalam area manajemen proyek yaitu biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem informasi.
Ada tiga garis besar yang dibahas dalam buku ini untuk menciptakan berlangsungnya sebuah proyek, yaitu :
  1. Perencanaan
  2. Untuk mencapai tujuan, sebuah proyek perlu suatu perencanaan yang matang. Yaitu dengan meletakkan dasar tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan segala program teknis dan administrasi agar dapat diimplementasikan.Tujuannya agar memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya dan keselamatan kerja. Perencanaan proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa nilai, perencanaan area manajemen proyek (biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem informasi.).
  3. Penjadwalan
  4. Merupakan implementasi dari perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, material), durasi  dan progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya. Proses monitoring dan updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis agar sesuai dengan tujuan proyek. Ada beberapa metode untuk mengelola penjadwalan proyek, yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), Network Planning dan waktu dan durasi kegiatan. Bila terjadi penyimpangan terhadap rencana semula, maka dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi agar proyek tetap berada dijalur yang diinginkan.
  5. Pengendalian Proyek
  6. Pengendalian mempengaruhi hasil akhir suatu proyek. Tujuan utama dari utamanya yaitu meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari pengendalian proyek yaitu optimasi kinerja biaya, waktu , mutu dan keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian yaitu berupa pengawasan, pemeriksaan, koreksi yang dilakukan selama proses implementasi.
Buku ini juga membahas mengenai contoh-contoh sebuah proyek dan aplikasi yang digunakan untuk manajemen proyek yaitu Primavera Project Planner. Bagi yang menekuni manajemen proyek buku ini memang menjadi bacaan wajib.
Buku dengan judul “Manajemen Proyek : Perencanaan, Penjadwalan dan pengendalian Proyek” merupakan karya dari Ir. Abrar Husen, MT. Saya berminat membaca buku ini karena mendapat buku ini dari hasil pinjaman teman kuliah. Terima kasih atas pinjaman bukunya. Ada buku yang bisa saya pinjam ??
Posting Terkait:
  1. manajemen kinerja
  2. Konsep Manajemen Supply Chain
  3. Produk Baru dan Manajemen Produk
read more...

Selasa, 15 Februari 2011

manajemen resiko

Manajemen risiko

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
  • Risiko Operasional
  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik
Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).
Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.

Daftar isi

[sunting] Sejarah

Rekaman tertua terkait pengelolaan risiko dapat ditemukan pada Piagam Hammurabi (codex Hammurabi), yang dibuat pada tahun 2100 sebelum masehi.[1] Piagam tersebut mencantumkan peraturan dimana pemilik kapal dapat meminjam uang untuk membeli kargo; namun bila dalam perjalanan kapalnya tenggelam atau hilang, ia tidak perlu mengembalikan uang pinjaman tersebut. Masa ini disebut sebagai zaman pertama manajemen risiko, di mana perusahaan hanya melihat risiko non-entrepreneurial (seperti misalnya keamanan).
Tahun 1970-an dan 1980-an disebut sebagai zaman kedua manajemen risiko di mana perusahaan-perusahaan asuransi mulai berusaha mendorong pengusaha untuk benar-benar menjaga barang yang diasuransikan.[1] Pada masa ini juga lahir konsep jaminan mutu (quality assurance) yang menjamin setiap produk memenuhi spesifikasi standarnya. Konsep ini dipopulerkan oleh British Standards Institution yang meluncurkan standar kualitas BS 5750 pada tahun 1979.
Pada tahun 1993, James Lam diangkat menjadi Chief Risk Office, yang merupakan jabatan CRO pertama di dunia.[1]
Zaman ketiga manajemen risiko dimulai tahun 1995 dengan diterbitkannya AS/NZS 4360:1995 oleh Standards Australia of the World's Risk management Standard.[1]

[sunting] Pengertian Risiko

Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.
Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.menurut Wideman, ketidak pastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity, sedangkan ketidak pastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk).
Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sedangkan kalaupun rugi hanya kecil sekali? Misalnya membeli loterei. Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli loterei relatif kecil.Apakah ini juga tergolong Risiko? jawabannya adalah hal ini juga tergolong risiko. Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap risiko.

[sunting] Kategori risiko

Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
  1. risiko spekulatif, dan
  2. risiko murni.

[sunting] Risiko spekulatif

Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.
Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis(business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.

[sunting] Risiko murni

Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ).
Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.

[sunting] Lihat pula

[sunting] Referensi

  1. ^ a b c d Sadgrove, Kid. 2005. The Complete Guide to Business Risk Management. Gower Publishing Limited: Burlington.

[sunting] Bacaan lanjutan

  • (en) Alexander, Carol and Sheedy, Elizabeth (2004). The Professional Risk Managers' Handbook: A Comprehensive Guide to Current Theory and Best Practices (1st ed.). Wilmington, DE: PRMIA Publications. ISBN 0-9766097-0-3. 
  • (en) Crockford, Neil (1986). An Introduction to Risk Management (2nd ed.). Woodhead-Faulkner. 0-85941-332-2. 
  • (en) Dorfman, Mark S. (1997). Introduction to Risk Management and Insurance (6th ed.). Prentice Hall. ISBN 0-13-752106-5. 
  • (en) Gorrod, Martin (2003). Risk Management Systems: Technology Trends (Finance & Capital Markets). Palgrave Macmillan. ISBN 1-4039-1617-9. 
  • (en) Lam, James (2003). Enterprise Risk Management: From Incentives to Controls. John Wiley. ISBN-13 978-0471430001. 
  • (en) Stulz, René M. (2003). Risk Management & Derivatives (1st ed.). Mason, Ohio: Thomson South-Western. ISBN 0-538-86101-0. 
  • (en) Thomsett, Rob (2002). Radical project management. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall PTR. ISBN 0-13-009486-2. 
  • (en) van Deventer, Donald R., Kenji Imai and Mark Mesler (2004). Advanced Financial Risk Management: Tools & Techniques for Integrated Credit Risk and Interest Rate Risk Management. John Wiley. ISBN13 978-0470821268. 
read more...

Jumat, 19 Maret 2010

CPM dan PERT

Mengapa CPM dengan PERT dapat dibedakan? Ini karena CPM dan PERT mempunyai persamaan. CPM dan PERT sama-sama digunakan dalam perencanan dan pengendalian proyek. Kedua-duanya mendeskripsikan aktifitas-aktifitas proyek dalam jaringan kerja. Dan dari jaringan tersebut, mampu dilakukan berbagai analisis untuk pengambilan keputusan tentang waktu, biaya, serta penggunaan sumber daya. Karena Rano dan Rani sama-sama bekerja pada ibu Rini dalam fungsi yang sama juga maka Rano dan Rini dapat dibedakan kinerjanya oleh ibu Rini.
Terdapat beberapa perbedaan antara CPM dengan PERT. Perbedaan pertama, CPM menggunakan satu jenis waktu untuk taksiran waktu kegiatan sedangkan PERT menggunakan tiga jenis waktu,yaitu: prakiraan waktu teroptimis, termungkin, dan terpesimis. Perbedaan kedua, CPM digunakan kala taksiran waktu pengerjaan setiap aktifitas diketahui dengan jelas dimana deviasi relatif mini atau dapat diabaikan sedangkan PERT digunakan saat taksiran waktu aktifitas tidak dapat dipastikan seperti aktifitas tersebut belum pernah dilakukan atau bervariasi waktu yang besar. Perbedaan ketiga, CPM menganggap proyek terdiri dari peristiwa susul menyusul. Perbedaan terakhir yang mampu diidentifikasi adalah PERT dengan berbasiskan statistik memberikan peluang hadirnya ketidakpastian. Hal tersebut, tampak dalam misal untuk mengukur probabilitas selesainya proyek jika kita inginkan proyek selesai pada suatu waktu tertentu. Akhirnya, perbedaan yang lain penulis serahkan kepada para analis yang hendak mengkritisinya lebih rinci, dan meskipun demikian CPM dengan PERT mempunyai tujuan yang sama dimana analisis yang digunakan adalah sangat mirip. Saya mirip dengan Leonardo de Caprio ... bukan, bukan tetapi sebenarnya Leonardo de Capriolah yang mirip dengan saya.


File: /jiunkpe/s1/sip4/2001/jiunkpe-ns-s1-2001-21494199-203-durasi_pert-chapter2.pdf Prefs...
Adobe
Help

Pages: 1 to 23 of 23
Document Body
Page Navigation Panel

________________________________________
Document Body
Page 1
2. TEORI PERT, PRODUKTIVITAS, DAN STRUKTUR BAJA
2.1 PENDAHULUAN
Bagian ini secara garis besar menjelaskan secara teoritis tentang berbagai
aspek dalam penelitian. Tujuannya adalah memperoleh ketentuan-ketentuan yang
mendasari metodologi penelitian, analisis data, dan lain-lain. Pemikiran utama
pemilihan teori-teori tersebut adalah mengetahui ketentuan PERT dikaitkan
dengan perhitungan produktivitas dan penerapannya pada proyek struktur baja.
Beberapa buku dan jurnal menjadi sumber landasan teori. Aspek-aspek
penelitian meliputi aspek metode PERT, produktivitas, dan struktur baja. Buku
Methods in Construction Management” oleh James J. Adrian
menjelaskan aspek metode PERT dan produktivitas, didukung oleh beberapa
jurnal tentang penelitian penentuan produktivitas ditambah buku
Proyek Dari Konseptual Sampai oleh Iman Soeharto.. Buku
Construction Network Scheduling” oleh James D. Stevens memberi
penjelasan tambahan untuk metode PERT. Aspek struktur baja dijelaskan dalam
buku Methods and Management” oleh S. W. Nunnally, “Erecting
Steel” oleh Samuel P. dan of Structural
Steel Building Frames” oleh Willian G. Rapp.
Penjelasan landasan teori dilakukan keseluruhan untuk setiap aspeknya,
untuk membentuk pemahaman yang menyeluruh terhadap penelitian. Hal ini
untuk menentukan langkah-langkah yang ditetapkan dalam penelitian, parameter
yang dicari, pelaksanaan analisis data yang tepat, dan lain sebagainya.
________________________________________
Page 2
8
2.2.1 Pendahuluan
Metode PERT adalah cara perencanaan proyek dengan janngan-
jaringan pekerjaan yang dihubungkan dengan pertimbangan tertentu. Metode ini
seperti halnya CPM ( Critical Path Method ) memerlukan beberapa parameter,
salah satunya durasi aktivitas. Penentuan durasi aktivitas pada CPM mengacu
pada durasi pasti ), artinya cukup melakukan estimasi satu durasi
aktivitas.
Karakteristik proyek menyebabkan durasi aktivitas menjadi hal yang
tidak pasti, karena durasi aktivitas dipengaruhi oleh bermacam-macam kondisi
yang bervariasi. Metode PERT memberi asumsi pada durasi aktivitas sebagai hal
yang probabitistik ( ) dikarenakan aktivitas konstruksi bervariasi.
2.2.2 Langkah-langkah Metode PERT
Garis besar metode PERT dan CPM hampir sama dalam pengelolaan
jaringannya. Perbedaannya terdapat pada penentuan durasi aktivitas dan durasi
jalur kritis. Garis besar metode PERT adalah sebagai berikut :
a. Penentuan aktivitas beserta durasinya. PERT menggunakan tiga asumsi durasi
aktivitas, yakni to ( optimistic time ), tp ( pesiniislic time ), dan tm ( most
prohuhle time )
b. Korelasi waktu dengan serta menentukan expected time
( te ), standar deviasi (se ), dan varian ( ve ).
c. Expected time ( te ) ditentukan sebagai durasi aktivitas, kemudian dicari jalur
kritis seperti halnya pada CPM.
________________________________________
Page 3
9
d. Tentukan durasi proyek dari jalur kritis tersebut ( Stevens, 1990, pp.142-143).
Hal-ha1 di atas memberi pemahaman mengenai PERT bahwa durasi
aktivitas merupakan hal yang probabilistik. Asumsi PERT yang harus dilakukan
adalah :
a. Masing-masing durasi aktivitas ditunjukkan sebagai
dengan durasi rata-rata, standar deviasi, dan varian yang dapat
ditentukan.
b. Distribusi dari durasi jalur kritis dapat ditentukan dari durasi rata-rata, dan
varian jalur kritis.
Penentuan to, tp, dan tm merupakan langkah awal dari PERT, karena
tiga asumsi waktu ini menentukan te. Tiga durasi tersebut diasumsikan sebagai
fungsi atau generalisasi dari distribusi Beta dengan variabel durasi aktivitas yang
berarti durasi PERT merupakan tidak keluar dari daerah
distribusinya. Fungsi distribusi Beta digunakan sebagai dasar untuk menentukan
durasi te, standar deviasi ( se ), dan varian ( ve ) PERT sebagai berikut :
(2.1)
( 2.2 )
( 2.3 )
Perumusan tersebut menunjukkan bahwa durasi aktivitas diasumsikan
sebagai yaitu distribusi Beta. Arti se dan ve
adalah sebagai indikator tingkat variabilitas te yang kita peroleh. Te adalah durasi
proyek yang diinginkan merupakan jumlah dari te jalur kritis. Ve merupakan
jumlah ve jalur kritis, demikian juga halnya Se, yang keduanya adalah gambaran
________________________________________
Page 4
10
variabilitas dari Te. Perhitungan dimungkinkan adanya dua atau lebih jalur kritis,
sehingga sebagai Te dipilih jalur kritis dengan Ve yang lebih besar.
2.2.3 Definisi Parameter PERT
Penentuan tiga durasi aktivitas ini menimbulkan berbagai macam-
macam waktu, sehingga estimasi durasi aktivitas masing-masing perencana
berbeda-beda karena perbedaan dalam menentukan to, tp, dan tm. Pengertian to,
tp, dan tm menurut Adrian ( 1973, p.270 ) adalah :
a. Durasi aktivitas pada CPM dapat dinyatakan sebagai durasi yang paling
mungkin ( tm ) pada PERT. Durasi aktivitas sebenarnya akan menyimpang
disekitar tm.
b. Durasi optimis ( to ) adalah durasi yang terjadi saat semua kondisi yang
mempengaruhi pelaksanaan konstruksi berada pada keadaan optimal.
c. Durasi pesimis ( tp ) adalah durasi aktivitas yang dipengaruhi oleh keadaan
yang menimbulkan masalah pada proyek.
Pengertian dari tiga durasi terebut masih tidak cukup untuk membantu
perencana untuk menentukan to, tp, dan tm. Adrian ( 1973, p.270 ) memberi
penjelasan bahwa tm memiliki pengaruh lebih besar pada to daripada tp.
Pengaruh ini diketahui dari selisih yang ada antara tp dan to. Selisih cukup
banyak antara tp dan to dapat diasumsikan bahwa te yang diperoleh memiliki
tingkat variabilitas yang tinggi daripada selisih tp dan to lebih kecil. Tingkat
variabilitas yang tinggi dari te menunjukkan tingkat ketidakpastian yang besar,
sehingga sedikit keyakinan terhadap te tersebut. Tingkat variabilitas ini diukur
________________________________________
Page 5
1 1
oleh se dan ve. Nilai se dan ve berbanding lurus dengan selisih antara tp dan to,
sehingga se dan ve akan besar jika selisih antara tp dan to juga besar.
Penjelasan di atas menyimpulkan bahwa penentuan tiga durasi
aktivitas harus memperhatikan tingkat variabilitas yang sekecil mungkin sehingga
te yang diperoleh memiliki tingkat keyakinan yang cukup besar.
2.2.4 Teori Probabilitas
Asumsi tiga durasi aktivitas pada PERT menggunakan analisis
statistik untuk menentukan perumusannya. Asumsi awal bahwa durasi PERT
merupakan fungsi distribusi normal dalam hal ini fungsi distribusi Beta, sehingga
probabilitasnya juga demikian yang merupakan salah satu continous probability
Penelitian menggunakan data dari hasil penelitian lapangan. Data
yang diperoleh tersebut terlebih dahulu dibentuk dalam data misalnya
berupa lengkung normal yang sesuai dengan teori PERT, bahwa semua durasi
tidak terlepas dan pola distribution sehingga penentuan
setiap durasi tidak sembarang.
Fungsi distribusi Beta simetris pada nilai rata-ratanya. Hal ini
merupakan asumsi PERT mengenai durasi aktivitas sebagai variabel acak yang
mendekati distribusi normal ( Adrian, 1973, p. 174 ). Penentuan probabilitas
durasi aktivitas menggunakan limit theorem, yakni suatu teori matematis
yang menggabungkan aktivitas PERT dengan salah satu continous
dalam hal ini distribusi Beta, untuk menentukan probabilitas durasi
pada jalur kritis ( Stevens, 1990, p. 142 ).
________________________________________
Page 6
12
menyatakan bahwa jika ukuran sampel besar,
distribusinya mendekati normal, meskipun distribusi populasi awalnya bukan
normal. Hal ini berarti walaupun distribusi populasi adalah continous, diskret,
simetris, maupun menetapkan selama varian
populasi terhingga, distribusi sampel mendekati normal, jika ukuran sampel cukup
besar ( Bhattacaryya dan Johnson, 1977, p.2 14 ). Asumsi PERT dianggap cukup
konsisten dengan theorem karena durasi aktivitas dianggap
membentuk distribusi normal dengan anggapan bahwa durasi aktivitas adalah
variabel acak, dengan populasi terhingga pada eksperimen tertentu.
2.2.5 Langkah Analisis Data
Penelitian di lapangan dilakukan pada setiap jenis pekerjaan
pelaksanaan. Hasil penelitian lapangan berupa waktu pelaksanaan. Waktu
pelaksanaan menjadi sumber untuk pengolahan data selanjutnya. Pengolahan data
menggunakan metode statistik deskriptif, yaitu analisis statistik yang bertujuan
untuk menyimpulkan dan penjabaran aspek-aspek penting dari data. Pencatatan
waktu dari hasil penelitian dilanjutkan dengan metode PERT.
Perhitungan produktivitas juga membutuhkan data berat elemen
struktur yang diperoleh dari perhitungan kontraktor sesuai dengan lampiran 2.
Produktivitas merupakan rasio antara berat - jam untuk setiap tenaga kerja ( ton /
jam / orang ).
2.2.5.1 Statistik.
Data penelitian berupa durasi aktivitas pelaksanaan masing-
masing elemen struktur. Pengolahan dilakukan secara statistik deskriptif
________________________________________
Page 7
dengan bantuan program SPSS 9.0 untuk memperoleh beberapa parameter
yakni :
a. Standar deviasi ( sd ), untuk menentukan to dan tp dengan probabilitas
tertentu.
b. Nilai rata-rata ( mean ) adalah durasi aktivitas rata-rata yang terjadi
sebenarnya
c. Skewness merupakan indikator distribusi normal pada data. Nilai
skewness terdiri dari dua, yaitu :
1. Statistic of Skewness adalah nilai yang menunjukkan kesimetrisan
distribusi normal. Nilai 0 menyatakan distribusi normal simetris.
Nilai positif berarti grafik distribusi memiliki “ekor” panjang ke
kanan, dan sebaliknya negatif memiliki “ekor” panjang ke kiri. Nilai
skewness lebih besar dari 1 menyatakan distribusi data memiliki
perbedaan dengan distribusi normal ditinjau dari kesimetrisannya.
2. Standar error of skewness merupakan nilai uji kenormalan suatu
distribusi data. Nilai antara -2 sampai 2 menyatakan bahwa data
tersebut diasumsikan berdistribusi normal.
Metode PERT diawali dengan menentukan durasi to, tp, dan
tm. Nilai to dan tp berdasarkan teori PERT terletak di sekitar waktu rata-
rata (tr). Probabilitas to dan tp dalam hal ini diasumsikan antara 90%
sampai 95% dengan persamaan :
to=tr-z.sd ( 2.4 )
tp=tr+z.sd ( 2.5 )
________________________________________
Page 8
14
Nilai z diperoleh dari tabel distribusi normal ( dapat dilihat
pada lampiran 3 ) dengan probabilitas yang telah ditentukan. Nilai tm
merupakan nilai yang dicari kemudian dikorelasikan terhadap te dengan
kata lain te diketahui lebih dulu daripada tm. Persamaan probabilitas
normal adalah :
tr-te
se
Nilai tr adalah waktu rata-rata yang dapat diasumsikan sebagai
waktu rata-rata sebenarnya yang diperoleh dari hasil penelitian di
lapangan. Nilai sd diketahui dari analisis statistik deskriptif. Nilai z
diperoleh dari tabel distribusi normal dengan probabilitas tertentu. Nilai te
dapat ditentukan dengan persamaan 2.6 karena ketiga parameter lainnya
telah diketahui.
Persamaan untuk menentukan te dalam metode PERT adalah
sesuai dengan persamaan 2. 1. Nilai tp,to, dan te telah diperoleh sehingga
dengan menggunakan persamaan tersebut nilai tm dapat di tentukan.
Langkah awal metode PERT yakni penentuan nilai to, tm, dan tp telah
dicapai.
Nilai se dan ve menggambarkan variabilitas te yang diperoleh.
Nilai se dan ve yang kecil menandakan suatu variabilitas yang kecil
sehingga tingkat keyakinan te lebih tinggi dari nilai se dan ve yang lebih
besar. Nilai probabilitas yang digunakan sebagai acuan adalah probabilitas
dengan nilai se dan ve yang terkecil karena dapat dianggap sebagai suatu
probabilitas dengan tingkat keyakinan yang cukup tinggi.
________________________________________
Page 9
15
2.2.6 Kelemahan Metode PERT
Metode PERT berdasarkan pada beberapa asumsi. Asumsi tersebut
meliputi estimasi tiga durasi aktivitas, distribusi waktu beserta probabilitasnya,
dan penggunaan perumusan berdasarkan statistik. Pendekatan yang digunakan
terutama yang berkaitan dengan perumusan matematika memiliki beberapa
kesalahan.
Adrian ( 1973, p.277-278 ) menguraikan beberapa hal yang menjadi
keleinahan metode PERT. Kelemahan ini menjadi perhatian para kontraktor,
yang terletak pada kelemahan asumsi dan kesalahan penerapan teori probabilitas
yang meliputi :
a. Kesulitan menentukan tiga durasi aktivitas meskipun pengertian mengenai to,
tp, dan tm sudah cukup banyak untuk membantu perencana. Pengertian to, tp,
dan tm menjadi sangat relatif karena masing-masing perencana dapat memiliki
pengertian dan asumsi tersendiri untuk ketiga asumsi durasi aktivitas tersebut.
b. Penggunaan fungsi1





Yulianti Dwi Astuti
Colours of life: A Psychological Perspective
» Currently browsing: Our Society

PTSD dan Keluarga (bag 2)
Bagaimana Post Traumatic Stress Disorders mempengaruhi anggota keluarga?
Pengalaman traumatis yang terjadi pada satu anggota keluarga dapat mempengaruhi semua anggota keluarga karena gejala PTSD dan reaksi trauma lainnya mengubah perasaan dan perilaku korban trauma. Jika reaksi trauma yang terjadi tergolong berat dan berlangsung selama beberapa waktu tanpa adanya treatmen maka hal ini dapat menyebabkan masalah besar [...]

Posted at: August 26th, 2008 - 7:13 am - Number of Comments » 0
________________________________________
Interactive Communication
Beberapa teman di staf UII blogs memang telah menuliskan tentang komunikasi efektif, tidak dilarang khan kalau saya menuliskannya dari perspektif yang lain. Kekurangan yang ada pada artikel ini mudah-mudahan dapat dilengkapi oleh tulisan teman-teman yang lain.
Komunikasi efektif bukanlah suatu hal yang kita lakukan kepada orang lain, tetapi suatu aktivitas yang kita lakukan dengan/ bersama orang [...]

Posted at: August 23rd, 2008 - 6:31 am - Number of Comments » 0
________________________________________
Post Traumatic Stress Disorders (bag 1)
Trauma psikologis dapat muncul jika seseorang menyaksikan atau mengalami suatu peristiwa yang menyebabkan perubahan dramatis yang mempengaruhi bagaimana hal itu direkam dalam sistem syaraf. Trauma dapat mencakup pengalaman riil atau pengalaman hampir mendekati kematian atau luka-luka serius dan ancaman fisik yang luka-luka/ kerugian bagi orang lain dan dirinya (Hiew, 2000).
Jenis-jenis trauma sendiri dapat dibedakan sebagai [...]

Posted at: August 21st, 2008 - 11:01 am - Number of Comments » 1
________________________________________
Mendengarkan dan Berempati
Latihan Mendengarkan dan Berempati
Mendengarkan dan merespon secara empatik adalah ketrampilan penting dalam berhubungan dengan orang lain. Sebagian besar dari manusia menghabiskan 70% waktunya untuk berkomunikasi, 45% dari waktu itu digunakan untuk mendengarkan. Kita semua ingin didengarkan. Adalah suatu penghinaan apabila kita diabaikan atau dilalaikan. Kita semua mengetahui apa artinya mendengarkan, sebenar-benarnya mendengarkan. Mendengarkan tidak [...]

Posted at: August 16th, 2008 - 8:49 pm - Number of Comments » 2
________________________________________
Homoseksual: Apa Dan Mengapa?
Kasus Ryan yang gencar diberitakan berbagai media akhir-akhir ini paling tidak telah mempopulerkan kembali beberapa fenomena psikologis seperti homoseksualitas dan juga gangguan kepribadian yang disebut psikopat. Karena sudah banyak blog yang membahas masalah psikopat, maka kali ini saya akan coba membahas masalah homoseksualitasnya saja.
Homoseksual secara awam kita kenal sebagai orang yang memiliki interaksi seksual dan/atau [...]

Posted at: August 1st, 2008 - 9:17 pm - Number of Comments » 11
________________________________________
« Previous Page

November 2008
M T W T F S S
« Oct

1 2
3
4 5 6 7
8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
• Pages
o About Me
• Categories
o Books
o Campus
o Man and Woman
o Our Society
o Personal Touch
o Personality
• Recent Posts
o Tragedi Pohon Asam Cina
o Cats in The Cradle
o Mystery of The Shadow
o Selamat Pagi Pak Polisi
o Syawal Bulan Peningkatan (It should be…..)
• Archives
o November 2008
o October 2008
o September 2008
o August 2008
o July 2008
• Recent Comments
o Snap on Homoseksual: Apa Dan Mengapa?
o Aqli Fari.N on Cats in The Cradle
o indra on Mendengarkan dan Berempati
o Janice Muis on Mendengarkan dan Berempati
o yulianti on Tragedi Pohon Asam Cina
• Updated Blogs
o "prihatmaji"
o Bambang Sutiyoso
o Blogs Staf Universitas Islam Indonesia
o Jati Diri
o Yuli Andriansyah's Weblog
• FireStats
o Pages displayed : 2433
o Unique visitors : 1364
o Pages displayed in last 24 hours : 13
o Unique visitors in last 24 hours : 9
Powered by FireStats
Staff UII Blogs
Powered by WordPress MU
& designed by Lisa Sabin • E.Webscapes.
Saturday, 29 November 2008



Kolumnis
• Erwin Novianto
• Miftachul Huda
• Wan Asjoer
• Wakhid Bageur
• Eka Lenggang
• Dorita Setiawan
• Asep Jahidin
• Ana Sakreti
• Toro Cascarino
• Arde Wisben
• Cynthia Pattiasina
Jajak pendapat
Apa pendapat anda tentang Website SWPRC
Menarik
22%
Tidak menarik
0%
Bermanfaat
78%
Kurang bermanfaat
0%
Total votes: 9
• 48 reads
• Arsip jajak pendapat
Berita
• Asia Forum On Ageing 2009: Extending the Frontiers of Ageing in Place - Options and Possibilities on Housing and Community Care
27 Nov 2008 - 14:58
ASIA FORUM ON AGEING 2009
11-14 January 2009
Suntec Singapore International Convention & Exhibition Centre
Please find attached the 2nd Announcement for the Asia Forum on Ageing 2009.
This conference is supported by VWOs-Charities Capability Fund (VCF) open to members of the National Council for Social Service (NCSS) for local participants.
Selengkapnya »
• The ICSD (International Consortium for Social Development) biennial symposium
21 Nov 2008 - 15:41
The ICSD (International Consortium for Social Development) biennial symposium is being held at Universidad Autonoma de Nuevo Leon ( UANL ) in Monterrey, Mexico July 27-31 2009.
Selengkapnya »
• Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Indonesia untuk S3
30 Okt 2008 - 17:24
Pendaftaran dari mulai 13 Oktober - 28 November 2008. Test Masuk : 06 - 07 Desember 2008.
Panduan Pendaftaran
Tahapan Seleksi
Proses seleksi mahasiswa baru Universitas Indonesia dilakukan melalui dua tahap, yaitu:
Selengkapnya »
selebihnya
Jadual Program
• No upcoming events available

selebihnya
• Beranda
• SWPRC
• Peksos
• Berita
• Program
• Unduh
• Album
• Kontak
Halaman Utama
TERM OF REFFERENCE LATIHAN TRAUMA KONSELING Untuk guru dan orang tua murid SLTP / sederajat di Sikakap, Kep. Mentawai
Mulai: 24 Okt 2008 - 00:00
Selesai: 26 Okt 2008 - 23:59
Lokasi:
Desa Sikakap Kec. Pagai Utara Kab. Kepulauan Mentawai
LATAR BELAKANG
Dalam upaya mengurangi resiko dari suatu bencana, salah satu fokus utama adalah adanya kapasitas sumber daya manusia yang dapat melakukan berbagai aktifitas yang diarahkan pada upaya memperkecil akibat negative, termasuk dari kondisi stress atau trauma yang berlebihan, baik diakibatkan adanya serangan gempa, maupun karena kehilangan harta benda yang hilang tersapu tsunami.
Sejak kejadian gempa disertai ancaman tsunami kecil pada bulan September 2007 dan februari 2008, diperkirakan banyak penduduk di Mentawai mengalami trauma dengan berbagai tingkatan. Dari hasil wawancara dengan para guru dan orang tua, hampir dipastikan tidak ada penanganan khusus terhadap kondisi ini, khususnya di Sikakap.
Disamping kelompok orang tua terutama wanita, salah satu kelompok rentan stress dan trauma akibat bencana gempa dan tsunami adalah anak-anak sekolah. Keadaan stress dan trauma akan mempengaruhi mereka baik saat dirumah maupun disekolah (saat belajar). Penanganan pengurangan resiko akibat bencana kepada anak-anak sekolah menjadi bagian pokok dari kampanye pengurangan resiko bencana berbasis sekolah ini.
Sebagai daerah yang rentan bencana gempa dan tsunami, penduduk dikawasan ini (Sikakap) perlu memiliki keterampilan dasar tentang mengetahui tanda-tanda trauma dan stress, sebagai tindakan awal (pencegahan) untuk mengurangi kemungkinan gangguan psikologik yang lebih berat.
Salah satu kelompok masyarakat yang dipandang efektif penanganan stress dan trauma adalah dari lingkungan sekolah. Kelompok guru dan orang tua murid diharapkan menjadi tenaga terampil yang efektif melakukan konseling kepada anak-anak yang terkena trauma dan stress disaat darurat atau pasca adanya bencana. Dengan upaya ini, diharapkan warga masyarakat di Sikakap khususnya disekolah akan menjadi masyarakat yang siaga dengan berbagai kemungkinan bencana dan mampu mengurangi resiko psikologi akibat bencana gempa atau tsunami.
Untuk itu YTBI dan UNOCHA sebagai lembaga penyelenggara kampanye pengurangan resiko bencana berbasis sekolah akan melaksanakan pelatihan trauma konseling bagi guru dan orang tua untuk 4 (empat) sekolah yakni SMP GKPM Nemnemleleu, SMPN 01, MTsN Sikakap dan SMP Tri Bhakti Sikakap. Pelatih direncanakan dari Yayasan Pulih dan difasilitasi oleh Yayasan Tanggul Bencana Indonesia di Sikakap.
TUJUAN.
1. Menigkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya trauma konseling.
2. Memberikan keterampilan kepada guru dan orang tua tentang teknik / metode konseling khususnya pada anak dan umumnya kepada kelompok umur lain.
HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Adanya traformasi informasi tentang konseling
2. Adanya keterampilan guru dan orang tua tentang teknik dan metode konseling.
METODOLOGI
1. Ceramah dan tanya jawab 40%.
2. Praktek dan simulasi 60%
PESERTA
Peserta pelatihan adalah para guru dan orang tua dari 4 (empat) sekolah yakni SMP GKPM Nemnemleleu, SMPN 01, MTsN Sikakap dan SMP Tri Bhakti Sikakap. Rencana jumlah peserta adalah sebagai berikut :
Sekolah / Instansi Peserta
Guru Orang Tua Jumlah
SMP GKPM 8 2 10
SMPN 01 8 2 10
MTsN Sikakap 3 5 8
SMP Tribakti 4 7 11
Puskesmas Sikakap 2
Total 41
PELATIH
Pelatih untuk trauma konseling ini sebanyak 2 orang pelatih yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan pengalaman praktis dalam mendampingi korban bencana.
TEMPAT DAN WAKTU
Rencana waktu pelaksanaan pelatihan ini adalah tanggal 24 - 26 Oktober 2008 (3 hari), di Desa Sikakap Kec. Pagai Utara Kab. Kepulauan Mentawai (tempat / ruangan masih dalam konfirmasi.
MATERI POKOK PELATIHAN
1. Cara identifikasi orang yang terkena trauma, stress dan terganggu secara psikologik akibat terkena bencana.
2. Cara melakukan intervensi social dan psikologis kepada orang dengan distres psikologik ringan, orang dengan distress psikologik sedang atau berat, dan orang dengan gangguan mental (ringan dan sedang), misalnya depresi dan gangguan anxietas, termasuk PTSD, ringan dan sedang.
3. Beberapa kiat menguatkan mental masyarakat yang berada didaerah dengan potensi bahaya gempa dan tsunami, agar tidak rentan terhadap kondisi stress dan trauma pasca terjadinya bencana.
STAKEHOLDER YANG TERLIBAT
Kegiatan ini akan melibatkan :
1. YTBI
2. Fasilitator Pelatihan
3. Sekolah mitra
4. Posko Mentawai
5. Puskesmas Sikakap
• Calendar
• Versi PDF
• Versi ramah cetak
• 30 reads
• Program Organisasi


Login pengguna
Nama pengguna: *
Kata sandi: *

• Daftar menjadi pengguna
• Permohonan kata sandi baru

Resensi

Kualitas Pengasuhan di Panti Sosial Asuhan Anak di Indonesia
9 Sep 2008 - 13:37
Buku ini berdasarkan laporan hasil penelitian yang dilaksanakan atas kerjasama DEPSOS,

The Skills of Helping: Individuals, Families, Groups and Communities
29 Agt 2008 - 17:10
Buku ini memperkenalkan pada model yang sudah terbukti

Social Work with Groups
29 Agt 2008 - 15:42
Buku ini terdiri dari 13 Bab:
selebihnya
Weblink
• IUCISD
• KAPADIA Education Foundation
• APASWE
• NRCFCPPP
• Council on Social Work Education
• International Association of Schools of Social Work
• International Federation of Social Workers
• Building Professional Social Work (BPSW)
• NASW
• KOMNAS Perlindungan Anak
Siapa yang online
Saat ini terdapat 0 users dan 0 guests yang online.
Copyright © 2008 Social Workers. All rights reserved.
www.socialworkers.or.id
read more...