translate

ramp my enterprenuer inspiration

Tampilkan postingan dengan label laborantorium cnc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laborantorium cnc. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2010

PENJADWALAN PROYEK PERANGKAT LUNAK

PENJADWALAN PROYEK PERANGKAT LUNAK

Penjadwalan proyek meliputi kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan, bahan baku, tenaga kerja serta waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas. Pendekatan yang lazim digunakan adalah digram Gantt Chart, PERT (Project Evaluation and Review Technique), dan CPM (Critical Path Method).

Penjadwalan dibutuhkan untuk membantu:
 Menunjukkan hubungan tiap kegiatan lainnya dan terhadap keseluruhan proyek.
 Mengidentifikasikan hubungan yang harus didahulukan di antara kegiatan.
 Menunjukkan perkiraan biaya dan waktu yang realistis untuk tiap kegiatan.
 Membantu penggunaan tenaga kerja, uang dan sumber daya lainnya dengan cara hal-hal kritis pada proyek

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membuat jadwal pelaksanaan proyek :
1. kebutuhan dan fungsi proyek tersebut. Dengan selesainya proyek itu proyek diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.
2. keterkaitannya dengan proyek berikutnya ataupun kelanjutan dari proyek selanjutnya.
3. alasan social politis lainnya, apabila proyek tersebut milik pemerintah.
4. kondisi alam dan lokasi proyek.
5. keterjangkauan lokasi proyek ditinjau dari fasilitas perhubungannya.
6. ketersediaan dan keterkaitan sumber daya material, peralatan, dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya proyek tersebut.
7. kapasitas atau daya tampung area kerja proyek terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung.
8. produktivitas sumber daya, peralatan proyek dan tenaga kerja proyek, selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis.
9. cuaca, musim dan gejala alam lainnya.
10. referensi hari kerja efektif.

Gantt Chart
Gantt chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
1. Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer proyek untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan sub- sub tugas dari proyek.
2. Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugas-tugas maka semakin besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart.
3. Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan “what if” saat melihat kesempatan-kesempatan untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.

Keuntungan menggunakan Gantt chart :
 Sederhana, mudah dibuat dan dipahami, sehingga sangat bermanfaat sebagai alat komunikasi dalam penyelenggaraan proyek.
 Dapat menggambarkan jadwal suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan sesungguhnya pada saat pelaporan
 Bila digabungkan dengan metoda lain dapat dipakai pada saat pelaporan

Kelemahan Gantt Chart :
 Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dan kegiatan yang lain, sehingga sulit untuk mengetahui dampak yang diakibatkan oleh keterlambatan satu kegiatan terhadap jadwal keseluruhan proyek.
 Sulit mengadakan penyesuaian atau perbaikan/pembaharuan bila diperlukan, karena pada umumnya ini berarti membuat bagan balok baru.

PERT/CPM
PERT dapat mengidentifikasi sebuah tugas atau sekumpulan tugas yang menggambarkan suatu aliran penting yang ditetapkan bagi keberhasilan proyek. Bentuk dari bagan ini disebut Precedence Network (jaringan yang diutamakan). Setiap kotak menujukkan sebuah kegiatan. Pada setiap kotak ditulis nama kegiatan dan waktu yang diperlukan.
Bagan PERT dan jalur kritis adalah jumlah jalur, atau serangkaian kegiatan yang dapat ditelusuri pada PERT sederhana di atas, dengan mengikuti petunjuk garis panah. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menelusuri setiap jalur dapat dijumlahkan dengan menambahkan lamanya waktu dari jalur masing-masing kegiatan.
Secara fundamental PERT hampir sama dengan Critical Path Method (Metode Jalur Kritis) yang lebih dikenal dengan CPM. Jalur kritis dalam suatu proyek adalah jalur yang memerlukan waktu paling lama untuk menyelesaikan proyek. Jadi, jalur kritis tidak pernah memiliki suatu slack (kekenduran/kelonggaran). Jika terjadi keterlambatan di sepanjang jalur kritis, maka keseluruhan proyek akan terlambat juga.

Berikut ini adalah bentuk sederhana dari PERT :
a. 1 jalur kritis, 2 orang dalam 1 tim proyek


b. 3 jalur kritis, 3 orang dalam 1 tim proyek




c. 10 jalur kritis, 5 orang dalam 1 tim proyek







Contoh Kasus:
Diketahui aktivitas sebuah proyek sebagi berikut:

Dari kasus tersebut diselesaikan dengan menggunakan POM for Windows

Dari table tersebut dapat dilihat waktu yang diperlukan melalui jalur kritis yaitu 19

Gantt chart

Dari Gantt Chart tersebut jalur yang berwarna merah adalah jalur kritis, yaitu jalur dengan waktu penyelesaian proyek terlama. Ada 2 jalur kritis yaitu:
A - C - G dan B – E – G .

Diagram PERT


Jalurnya adalah:
A – C – G : 6 + 3 + 10 = 19
B – E – G : 5 + 4 + 10 = 19

lebih jelas disini

atau klik disini
read more...

Rabu, 02 Desember 2009

penentuan titik refrensi CNC

• Penentuan Titik Referensi.
Titik referensi dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut :
1. Menentukan titik Z pada posisi 0.
Hantarkan mata pahat tepat di atas permukaan benda kerja hingga mata pahat sedikit menyentuh benda kerja kemudian input nilai tersebut atau hantarkan secara manual.
2. Menentukan titik X pada posisi 0.
Hantarkan mata pahat kesamping daripada benda kerja hingga mata pahat sedikit menyentuh permukaan benda kerja kemudian input nilai tersebut atau hantarkan secara manual.
3. Menentukan titik Y pada posisi 0.
Hantarkan mata pahat kesamping kiri atau kanan dari benda kerja hingga mata pahat sedikit menyentuh permukaan benda kerja kemudian input nilai tersebut atau hantarkan secara manual.
4. Langkah akhir hantarkan mata pahat pada titik pertemuan ketiga sumbu tersebut atau pada posisi ( 0,0,0 ).
read more...

sejarah singkat CNC

SEJARAH MESIN CNC 
 
 Kendali numerik adalah bukanlah hal yang baru, pada awal tahun 1908 mesin penenun menggunakan kartu atau plat logam penekan lubang-lubang pada mesinnya untuk mengatur pola dari seluruh hasil kain. Masing-masing jarum dimesin diatur oleh ada atau tidaknya lubang. Pada kartu-kartu penekan, kartu-kartu ini ialah program dari mesin, jika kartu-kartu ini dirubah maka pola akan berubah.
 Pemain piano juga contoh dari pengendali numeric, Pemain piano menggunakan gulungan kertas dengan lubang penekan didalamnya. Ada atau tidaknya lubang penentu, jika catatan dimasukkan udara digunakan pengetahuan suara yang telah ada.
 Ditemukannya komputer adalah salah satu dari hal penentu yang penting dari pengndali numerik. Pada tahun 1943 komputer pertama dinamai ENIAC (electronic numerical integration a nol computer) telah dibangun.
 Komputer ENIAC ini sangat besar, computer menempati lebih 18.000 dari 15.000 kaki persegi dan menggunakan kurang lebih 18.000 pipa kosong untuk kalkulasinya menghasilkan panas dari pipa kosong ialah masalah yang sama. Komputer ini hanya dapat dioperasikan beberapa menit tanpa kekurangan sebuah pipa dalam penjumlahan komputer menimbang berton-ton dan sabgat sulit untuk program, ENIAC siap diprogram dengan ratusan tombol. Kalkulator yang seharga 15 dollar yang beredar dipasaran sekarang ini lebih berharga dibanding komputer percobaan ini.
 Hal penentu yang sebenarnya dalam teknologi computer ialah ditemukannya transistor pada tahun 1948. Transistor adalah pengganti dari tabung kosong. Bentuknya sangat kecil, murah, dan dapat diandalkan dengan mengguanakan sedikit tenaga dan hanya menghasilalkan sedikit panas. Hal ini merupakan sifat dari pengganti yang sempurna dari pipa kosong. Transistor tidak banyak diperhatikan oleh industri dalam penggunaannya sampiai tahun 1906-an.

LATAR BELAKANG

  Mesin kendali numeric marupakan mesin perkakas yang mempunyai kelebihan dibandingkan mesin perkakas konvensional yang dikerjakan secara manual. Mesin yang dikerjakan secara manual membutuhkan keterampilan operator dalam mengoperasikan mesin perkakas. Selain itu waktu pengerjaan benda kerja tidak efisien sehingga untuk keperluan yang cepat tidak dapat dilayani atau dituruti dan yang paling penting adalah mutu dari hasil yang telah dibuat hal itu karena adanya kelainan operator atau factor lain sedangkan mesin pengendari numeric merupakan mesin perkakas yang konvensional. Yang membedakan ialah mesin pengendali numeric yang telah diprogram dalm computer kemudian diterjemahkan oleh mesin perkakas sesuai dengan program yang dimasukkan.
 Keberadaan mesin pengendali numeric merupakan hal yang biasa saja dimana 
saat sekarang ini. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai macam kerja yang harus diselesaikan dalam waktu yang seefesien mungkin dan hasil pengerjaan yang bagus. Selain mesin pengendali numeric memberikan kemudahan dalam pengoperasiaannya.
Mesin CNC TU-2A memeiliki kelebihan dibandingkan dengan mesin bubut konvensional yaitu :
a. Mengikuti program yang telah dibuat secara benar.
b. Memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.
c. Pengoperasiaannya tidak banyak menguras tenaga operator 
d. Waktu pengerjaan relative singkat.
e. Pengoperasiaannya sangat sederhana.
f. Tidak memerlukan banyak alat dalam operasi.

 Adapun kekurangan dari mesin CNC TU-2A adalah :
a. Memerlukan kemahiran dari operator dalam membuat program.
b. Hanya mampu mengerjakan benda kerja yang terbatas ukurannya.
c. Perawatannya lebih rumit karena menggunakan sistem komputerisasi.
d. Harganya relative lebih mahal.




2.2. JENIS-JENIS MESIN CNC

1. Mesin CNC Plasma
Mesin pemotongan CNC plasma menggunakan NC untuk mengatur senteran potongan / pemotongan plasma. Plasma ini dihasilkan dengan melewatkan gas melalui busur listrik.
2. Mesin Pembuat Pegas CNC 
Mesin CNC pembubut pegas membuat pegas dengan menggulungkan rata atau pegas melingkar baru kedalam bentuk yang melalui penggunaan dan cetakan. Cetakan ini diposisikan oleh NC dan dapat menghasilkan ribuan dalam romnya.
3. Mesin Pusat Vertikal
Mesin pusat vertical adalah mesin fris vertical yang menggunakan pengatur posisi secara control numeris dan pengganti peralatan untuk membuat bagian-bagian mesin yang kompleks dalam satu penyetakan.
4. Mesin Pusat Horizontal 
Mesin ini dilengkapi dengan peubah otomatis dengan bermacam cirri untuk meningkatkan kemampuan dan keunggulan produksi.
5. Mesin Pusat Variabel Ekses
Mesin adalah mesin yang mampu dioperasikan dalam tujuh petunjuk serempak yang berbeda. Variax ini mungkin adalah mesin multi akses yang akan datang. Kemampuan vertical akses memperbolehkan variax untuk bergerak dan mengatur pahat pemotong dalam banyak arah.
6. Mesin CNC Laser Pemotong
Mesin CNC laser pemotong sangat mirip dengan pemotong plasma. Mesin CNC laser pemotong plasma ini menggunakan lampu-lampu sebagai alat.

Mesin CNC TU-3A menrupakan jenis mesin dengan menggunakan Numerical Control Computer. Secara terkontrol dan otomatis. Mesin CNC TU-3A adalah salah satu jenis mesin CNC yang memungkinkan pemotongan benda kerja dilakukan secara 3 dimensi, hal ini tampak dengan jelas apabila kita menjalankan mesin, pada layar monitor akan menunjukkan mesin dalam posisi pahat dalam 3 dimensi yaitu X,Y,Z dengan laju pergerakan pahat 0,01 mm yang merupakan skala terkecil unuk mendapatlan dimensi benda kerja yang baik dan tepat, selain memfris msin ini juga dapat melakukan pengeboran.
Pergeseran pahat dapat dilakukan secara linear (pergerakan atau pemotongan lurus) secara radius (pergerakan memotong melingkar), meja hantar dan spindel bergerak secara 3 dimensi dengan program yang ditulis pada layar komputer. Kecepatan gerak dan kecepatan asutan dapat diatur sesuai dengan kehendak operator, demikian pula dengan kecepatan putar spindel sehingga memungkinkan kita mengerjakan benda kerj a dalam waktu singkat.
read more...

cnc TU 3A (pembahasan umum)

PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN UMUM
Faktor-Faktor Penentu Kualitas Dari Benda Kerja
Dalam melakukan suatu pekerjaan, kehalusan dan kualitas produk yang dihasilkan oleh pekerjaan tersebut tertentu menjadi ukuran keberhasilan pekerjaan itu sendiri. Termasuk dalam pekerjaan dengan menggunakan mesin CNC TU-3A dimana terdapat hal-hal yang bisa mempengaruhi ketepatan benda kerja antara lain :
 Program
Program yang dibuat harus benar dan program tersebut harus diinput dengan benar pula untuk mendapatkan hasil benda kerja sesuai yang diinginkan.
 Benda kerja
Pemasangan benda kerja yang tidak seimbang atau tidak lurus dan tepat pada posisi pencekam, sehingga benda kerja cenderung oleng sewaktu bergesekan dengan pahat. Oleh karena itu, sangat diperhatikan dalam hal pemasangan benda kerja yang dipasang dengan baik dan benar.
 Pahat
Pahat yang digunakan harus sesuai dengan kekuatan benda kerja, dalam haal ini pahat harus tajam agar pemakanan lebih cepat dan lebih halus sehingga ketetpatan dan kualitas benda kerja yang dihasilkan bisa semaksimal mungkin.
 Kecepatan potong
Kecepatan potong yang digunakan harus disesuaikan dengan kekuatan bahan. Makin tinggi kekuatan bahan maka kecepatan potong harus lebih rendah. Untuk menghindari alat potong agar tidak cepat kalah atau aus yang bisa menyebabkan kualitas benda kerja menjadi berkurang.
 Putaran spindel
Putaran spindel harus disesuaikan dengan jenis pemotong yang akan dilakukan. Untuk pemotongan kasar digunakan putaran spindel 600 putaran per menit dan untuk pemotongan halus digunakan putaran spindel 800 putaran per menit. Kesalahan dalam memilih putaran spindel bisa mempengaruhi kualitas hasil benda kerja.
 Penentuan titik referensi
Hal ini dapat menyebabkan langkah pemakanan dan ukuran kedalaman pemakanan dapat mengalami kesalahan, sehingga proses pengerjaan tidak sesuai yang diinginkan.

B. PEMBAHASAN KHUSUS
 Jenis benda kerja Vs F
F= asutan (mm/men)
Jenis benda kerja adalah keras, lunak (tahanannya). 
Hubungan antara jenis benda kerja dengan kecepatan asutan (F) adalah semakin tinggi tahanan benda kerja maka kecepatan asutan akan semakin kecil. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah ketahanan pengerjaan maka akan semakin besar kecepatan asutan.
 Jenis benda kerja Vs Vc
Vc = kecepatan potong (m/men)
Jenis benda kerja adalah ketahanannya.
Hubungan antara jenis benda kerja dengan kecepatan potong adalah semakin tinggi tahanan dari benda kerja maka makin rendah kecepatan potongnya. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tahanan dari benda kerja maka semakin tinggi kecepatan potongnya.
 Jenis benda kerja Vs T
T = waktu pengerjaan
Jenis benda kerja adalah ketahanannya.
Hubungan antara jenis benda kerja dengan waktu pengerjaan adalah semakin tinggi ketahanan benda kerja maka waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan akan semakin besar. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah ketahanan benda kerja maka waktu yang dibutuhkan akan semakin kecil.
 Jenis benda kerja Vs t
t = dalamnya pemotongan
Jenis benda kerja adalah ketahanannya.
Hubungan antara jenis benda kerja dengan kedalaman pemotongan adalah semakin tinggi ketahanan dari benda kerja maka kedalaman pemotongan akan semakin kecil. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah ketahanan dari benda kerja maka kedalaman pemotongan akan semakin besar (bisa diperbesar) karena apabila jenis benda kerja dan kedalaman tidak sesuai maka pahat bisa patah.









4.3 PEMBAHASAN
PEMBAHASAN UMUM
Faktor-Faktor Penyebab Dari Keausan dan Kerusakan Pahat
 Material pahat
Pahat yang berbahan material keras dapat mengurangi keausan dan kerusakan akibat gesekan atau pemakanan terhadap benda kerja. Sedangkan pahat yang berbahan lunak dapat cepat aus dan rusak.
 Material benda kerja
Bahan dari benda kerja harus diimbangi dengan material dari pahat. Karena, jika benda kerja lebih keras dari pahat maka hal ini akan menyebabkan pahat cepat aus dan rusak.
 Kedalaman pemotongan
Apabila pahat selalu digunakan untuk pemakanan yang terlalu dalam dan besar, maka umur pahat tidak akan lama. Hal ini disebabkan karena pahat mengalami gesekan yang sangat besar dengan permukaan benda kerja sehingga mengakibatkan ketumpulan atau keretakan pada pahat.
 Penggunaan fluida pendingin
Fluida pendingin berfungsi mengurangi panas yang timbul akibat gesekan antara benda kerja dan pahat. Dengan demikian, akan menekan aus pada pahat sehingga meminimalis kerusakan pada pahat. Oleh karena itu, fluida pendingin amat penting dalam pengerjaan permesinan.

B. PEMBAHASAN KHUSUS
 Asutan (F) Vs Kecepatan Potong (Vc)
Asutan dapat dihubungkan dengan kecepatan potong jika dilihat dari hubungan keduanya dengan jumlah putaran sumbu utama (S). kecepatan potong berbanding lurus dengan putaran sumbu utama, dimana makin besar kecepatan potong maka makin besar pula putaran sumbu utama. Sedangkan putaran sumbu utama besar maka asutan yang diberikan akan kecil. Sehingga dapat dihubungkan menjadi kecepatan potong besar maka asutan kecil. Jadi hubungan antara asutan dan kecepatan potong adalah berbanding terbalik.
 Asutan (F) Vs Waktu (T)
Jika hanya berfokus pada asutan dan waktu, dapat dianalisakan bahwa bila asutan besar maka waktu yang digunakan dalam pengerjaan benda kerja itu singkat. Karena asutan dipengruhi oleh panjang dan waktu. Namun, jika asutan besar maka benda kerja yang dihasilkan akan kasar, karena ada beberapa titik yang tidak termakan sempurna. Oleh karena itu, asutan yang besar menghasilkan benda kerja /produk dalam waktu cepat tapi berkualitas kasar.
 Asutan (F) Vs Kualitas Benda Kerja
Untuk memperoleh benda kerja yang halus, lebih baik menggunakan asutan yang kecil agar pemakanan yang dilakukan oleh pahat dapat dilayani dengan sempurna. Bila menggunakan asutan besar, produk yang dihasilkan akan kasar. Karena, ada beberapa titik yang tidak dilayani pahat selama melakukan pemakanan. Jadi, kualitas benda kerja akan baik jika asutan yang diberikan kecil.
 Asutan (F) Vs Dalamnya Pemotongan (t)
Asutan adalah besarnya perpindahan pahat pada setiap putaran terhadap benda kerja. Dimana semakin besar kedalaman pemotongan, maka asutan yang diberikan pada benda kerja akan semakin kecil. Ini berarti bahwa jika asutan semakin besar maka kedalaman pemotongan akan semakin kecil. 
read more...

cnc Tu 2A (pembahasan umum)

B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Hubungan Kecepatan Potong (Vs) dengan Asutan (F)
Dalam hubungannya dengan hasil akhir benda kerja maka untuk mendapatkan permukaan yang halus, kecepatan potongnya harus besar dan asutannya harus kecil. Sedang jika kecepatan potong dan asutan besar akan memungkinkan permukaan menjadi kasar dan terjadi kerusakan pada pahat. Hal ini menunjukkan bahwa antara Kecepatan Potong (Vs) dengan Asutan (F) saling berbanding terbalik.
  Hubungan Kecepatan Potong (Vs) dengan Kecepatan Putaran Sumbu (S)
Dari rumus :  
Maka semakin besar kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin besar pula dan sebaliknya semakin kecil kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja maka menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin kecil. Dengan kata lain antara kecepatan potong (Vs) dan kecepatan putaran sumbu utama (S) berbanding lurus. 
  Hubungan Asutan (F) dengan Kecepatan Putaran Sumbu (S) 
Dari grafik hubungan Asutan (F) dengan Kecepatan Putaran Sumbu (S), terdapat dua jenis asutan yaitu dalam mm/putaran dan dalam mm/menit. Bila kita meninjau asutan dalam mm/putaran, semakin besar asutan (mm/putaran), maka semakin kecil pula jumlah kecepatan putaran sumbu utama. Dan bila kita meninjau asutan dalam mm/menit, asutan dalam mm/putaran akan semakin besar demikian pula kecepatan putaran sumbunya juga akan besar.  




4. 3. PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN UMUM
  Hal-hal yang Mempengaruhi Perbedaan Rancangan dan BK
Dalam membuat suatu BK atau produk, terkadang terdapat beberapa perbedaan antara gambar rancangan dan hasil BK yang dapat disebabkan oleh :  
1. Jenis Pahat yang digunakan
Jenis pahat yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis pengerjaannya. Pemilihan pahat yang tidak sesuai dapat mengakibatkan kesalahan pada hasil akhir benda kerja. Pada saat mengerjakan benda kerja, digunakan 1 jenis pahat saja yaitu pahat tepi kiri. Semestinya untuk BK ini, digunakan 2 jenis pahat yaitu Pahat Sisi Kiri dan Pahat Sisi Kanan.
2. Ketelitian Kertas Grafik
Kertas grafik yang digunakan dalam membuat rancangan, tidak dapat dipercaya dengan pasti tingkat ketelitiannya. Karenanya terdapat perbedaan antara gambar rancangan dan hasil BK. Dalam membuat rancangan BK sebaiknya digunakan kertas grafik standar ISO.
3. Kesalahan Pemberian Perintah
Pada BK terdapat bagian yang pengerjaannya seperti hasil pembubutan ulir. Hal ini terjadi karena kesalahan dalam menentukan jenis program. Pada program yang dibuat (inkremental dan absolut) digunakan perintah G 00 dimana pahat menyentuh benda kerja dalam pergerakan cepat. Posisi pahat yang demikian mengakibatkan terjadinya bentuk ulir pada benda kerja yang sebenarnya tidak terdapat bentuk ulir melainkan permukaan yang rata. 
Seharusnya perintah G 00 pada program diganti menggunakan Perintah G 01 sbb :
 Untuk Absolut (N 50)
G 00 : Gerakan Cepat 
  X : 2000 Z : -5350
Menjadi
G 01 : Interpolasi Lurus
  X : 2000 Z : -5350
 Untuk Inkremental (N 44)
G 00 : Gerakan Cepat
  X : 00 Z : -550
Menjadi
G 01 : Interpolasi Lurus
  X : 00 Z : -550
4. Kesalahan Program
Kesalahan dalam pemberian tanda plus (+) dan tanda (-) :
 Untuk Absolut : Tanda (+) dan (-) hanya terdapat untuk nilai pada sumbu Z
 Untuk Inkremental : Tanda (+) dan (-) terdapat untuk nilai pada sumbu X dan sumbu Z
Ini berarti Alarm (Fungsi A) tidak dapat membaca kesalahan dalam pemberian tanda (+) ataupun (-) hanya dapat mendeteksi kesalahan nilai Sumbu X dan sumbu Z karena adanya batas nilai tertentu pada setiap jenis alarm.




B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Pemilihan Putaran Pada Mesin CNC TU-2A
Pemilihan putaran pada Mesin CNC TU-2A pada dasarnya berhubungan dengan sabuk penggerak PULLEY. Pada sabuk penggerak PULLEY, terdapat 3 bagian utama :
a) Pulley A : Terhubung dengan motor penggerak
b) Pulley B : Merupakan Pulley antara
c) Pulley C : Terhubung dengan spindel
Dalam hubungannya dengan putaran sumbu pada mesin CNC TU-2A dapat digunakan dua jenis hubungan Pulley yaitu :
1) Aturan BC
BC merupakan hubungan antara pulley A ke B dan Pulley B ke C. Dalam aturan Pulley BC, digunakan pulley antara (pulley B). Dimana pada aturan BC ini sambungan A ke B tidak dapat di ubah yang diatur hanyalah posisi sabuk pada Pulley B ke C apakah dalam posisi BC1, BC2, BC3. 
Hubungan pulley BC digunakan bila kita menginginkan kecepatan putaran yang rendah.
2) Aturan AC
AC merupakan hubungan antara pulley A ke pulley C, tanpa menggunakan pulley B (pulley antara). Dimana Spindel dihubungkan langsung ke motor. Pengaturan kecepatan diatur berdasarkan peletakan Sabuk pada posisi AC1, AC2, AC3 yang memiliki kecepatan putaran berbeda. 


Pada Grafik, terlihat 2 daerah yaitu :
 Daerah Daya guna Optimal (daerah berwarna)
 Daerah kritis (daerah terarsir) dimana jika digunakan kecepatan pada daerah ini, dapat merusak sabuk pada pulley
Pada Grafik dapat dilihat 6 Hubungan pemilihan tingkat kecepatan. 
1. Tingkat BC 1
 Daya Guna Optimal : 
 Diatas 117 (putaran/menit) dan dibawah 244 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 47 (putaran/menit) – 117 (putaran/menit)
 244 (putaran/menit) – 315 (putaran/menit)
2. Tingkat BC 2
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
3. Tingkat BC 3
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
4. Tingkat AC 1
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
5. Tingkat AC 2
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
6. Tingkat AC 3
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
Selain itu, pemilihan putaran juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :
1. Bahan benda kerja yang harus disesuaikan dengan putaran spindelnya. Dimana untuk bahan dengan kekerasan tinggi, putaran spindel harus kecil (contoh ST 37) dan untuk benda kerja dengan kekerasan yang kurang, dapat digunakan putaran spindel yang besar. 
2. Jenis pengerjaan, untuk pengerjaan halus digunakan kecepatan spindel tinggi, kecepatan pemotongan yang besar dengan asutan yang kecil.
3. Kedalaman Pemotongan, untuk kedalaman pemotongan yang tinggi digunakan kecepatan putaran sindel yang kecil, sedang untuk kedalaman pemotongan yang kecil, putaran spindel dapat dipercepat. Hal ini bertujuan untuk menghindari keausan pada pahat.




















B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Pelayanan Pita Kaset
  1. Pemindahan Program dari memori mesin ke pita kaset :
  Menekan tombol  sampai terlihat fungsi G menyala lalu tekan tombol Del.
  Memasukkan perintah G65 lalu menekan INP maka akan muncul penunjukkan C (C=pelayanan pita kaset).
  Menekan tombol FWD.
  Memasukkan nomor program, urutan angka-angkanya sesuai keinginan.
  Menekan tombol INP maka pemindahan/pemuatan dimulai.
 Mencari ruang bebas dalam pita, jika dalam pita tidak terdapat data maka pita akan berputar maju + 4 detik dan membalik + 2 detik.
 Pelayanan pemindahan perekaman, maka pembacaan digital akan terlihat SA.
 Pada akhir pelayanan pemindahan, pita berputar balik ke awal pitanya.
 Program yang telah dimuat kemudian dicheck.
  Setelah pengecekan pita berputar balik dan sajian menunjukkan 00 maka pada layar muncul program tersimpan.
2. Pemindahan program dari pita kaset kememori mesin
  Menekan tombol  sampai terlihat fungsi G menyala lalu menekan tombol DEL
  Memasukkan perintah G 65 lalu tekan INPUT sampai muncul penunjukan C
  Menekan tombol INPUT 
  Memasukkan nomor program 
  Menekan tombol INPUT 
 Maka nomor program yang telah dimasukkan akan dicari
 Setelah ditemukan maka pelayanan pemuatan dimulai sehingga akan terlihat LO
 Setelah pemuatan pita akan berputar balik lalu sajian menunjukkkan 00 maka pada layar muncul nomor program tersimpan
  Jika menekan tombol START, program mulai jalan
3. Cara menghapus Pita Kaset
  Memasukkan perintah G 65 
  Menekan tombol INPUT
  Menekan tombol  + DEL secara bersamaan.













4. 3. PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN UMUM
  Jenis-jenis kepala lepas
Kepala lepas merupakan bagian dari mesin bubut yang letaknya disebelah kanan dan dipasang di atas alas mesin berguna untuk tempat memikul ujung benda kerja, tempat pemasangan senter atau bor. Dilihat dari fungsinya kepala lepas dapat dibedakan sebagai :
 Kepala lepas dengan Senter Mati
Jenis kepala lepas ini hanya dapat digunakan sebagai penumpu benda kerja pada saat pengerjaan,dapat digunakan untuk memasang bor karena senter yang ditempatkan pada kepala lepas tidak dapat dilepaskan.Senter mati ini tidak ikut berputar dengan benda kerja pada saat pengerjaan. 
 Kepala lepas dengan Senter Hidup
Jenis kepala lepas ini multi fungsi, dapat digunakan sebagai tempat untuk memasang senter,ataupun untuk menumpu benda kerja pada saat pengerjaan. Pada kepala lepas ini senternya dapat dilepaskan karena itu dapat digunakan untuk berbagai fungsi.Senter hidup atau senter berjalan ini pada saat pengerjaan ikut berputar dengan benda kerja 






B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Grafik Hubungan F (asutan), Diameter Benda Kerja (d) dan Vs 
( kecepatan potong)
Asutan (F) adalah jumlah putaran pada sumbu utama. Satuannya adalah putaran/menit. Untuk mendapatkan jumlah putaran dalam pengerjaan benda kerja, diperlukan dua komponen utama yang harus diketahui yaitu :
1. Diameter Benda Kerja
2. Kecepatan potong yang dianjurkan
Dari grafik dapat dikatakan bahwa pada kecepatan potong yang sama, semakin besat diameter benda kerja maka jumlah putaran yang terjadi semakin berkurang. Namun, bila diasumsikan diameter benda kerja sama maka semakin besar kecepatan potong yang dianjurkan semakin besar pula putaran yang terjadi setiap menitnya. Hal di atas menyatakan bahwa asutan yang terjadi berbanding terbalik dengan diameter benda kerja pada kecepatan potong yang sama, sedangkan pada diameter benda kerja yang sama asutan yang terjadi berbanding lurus dengan kecepatan potong yang dianjurkan.









B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Nilai  
Nilai 1000 pada persamaan di atas digunakan untuk menyamakan satuan pada ruas kiri dan ruas kanan. Dimana satuan pada ruas kiri adalah m/menit sedang pada ruas kanan mm.put/menit. Untuk itu dilakukan konversi dari satuan mm ke satuan m untuk mendapatkan hasil dalam m.
Dimana 
  1 mm =  


















4. 3. PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN UMUM
  Jenis-jenis Mesin CNC
1. Mesin CNC Plasma
Mesin CNC pemotong plasma menggunakan kendali numeric, untuk mengatur senter pemotong plasma. Plasma dihasilkan dengan melewatkan gas melalui suatu busur listrik. Gas ini diionisasikan oleh busur dengan temperature sangat tinggi. Pemotong busur diproduksi yang mana dibolehkan untuk memotong logam besi dan bukan logam besi. Mesin Tri plasma secara tepat akan memotong halus, akibat dari lempengan plasma. (Gambar A)
2. Mesin CNC Pembentuk Pegas
Membuat pegas dengan memotong plasma dengan menggulung plat atau baja pegas menjadi potongan atau bagian-bagian kompleks melalui penggunaan cetakan. Cetakan ini dipastikan oleh kontrol numeris dan dapat diprogram untuk bagian yang berbeda dan ukuran pegas. Mesin ini dapat secara otomatis memproduksi ribuan pegas tiap jam. (Gambar B)
3. Mesin CNC Laser Pemotong
Mesin-mesin pekerjaan plat dilengkapi dengan alat pemotong laser. Mesin semacam itu disebut pusat pengerjaan plat terpadu dimana produk-produk dengan pengerjaan pemisahan dan pembentukan menghasilkan bentuk yang pasti. Sangat mirip dengan pemotong plasma, mesin CNC laser menggunakan lampu koheren sebagai pemotong. (Gambar C)
4. Mesin CNC Punch Pres
Mesin ini umumnya digunakan untuk membuat plat. Plat yang dihasilkan memiliki dimensi yang besar dengan pekerjaan pemisahan dan pembentukan menghasilkan bentuk yang pasti. 
5. Mesin Variabel Center (Mesin bubut lima poros)
Mesin ini memiliki lima poros atau sumbu. Dilengkapi dengan dua buah piranti eretan sehingga dapat mengerjakan benda kerjanya pada dua posisi sekaligus. Kedua piranti eretan itu dapat dikendalikan, jadi tidak tergantung satu sama lain.
6. Mesin CNC Pelubang.
Mesin pelubang CNC dimana pekerjaan melubang dan “ Menggigit” dapat dilakukan, dilegkapi dengan pengendali gerak. eja itu harus dibuat sehingga dapat menggigit bentuk-bentuk keliling atau kontur dalam arah x dan y memanjang maupun melingkar. Menggigit adalah teknik melubangi dimana plat itu digeser antara dua pukulan pelubang melalui jarak yang kecil. Pada penggigitan kita memilih besar langkah yang minimal sama dngan tebalnya plat itu.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN :
1. Mesin CNC Plasma 
Kelebihan :
a. Dapat memotong halus secara tepat.
b. Dilengkapi dengan senter pemotong plasma.
Kekurangan:
a. Menggunakan biaya pengerjaan yang besar.karena menggunakan gas yang melalui suatu busur listrik untuk menghasilkan plasma.
b. Hanya digunakan untuk memotong.
 
2. Mesin CNC pembentuk pegas.
Kelebihan:
a. Dapat memproduksi ribuan pegas tiap jam.
b. Dapat memproduksi pegas dengan teliti.
Kekurangan : Khusus digunakan untuk pembuatan pegas.
3. Mesin CNC Laser pemotong.
Kelebihan :
a. Dilegkapi dengan alat pemotong laser.
b. Merupakan pusat pengerjaan plat terpadu dimana produk produk dengan pengerjaan pemisahan dan pembentukan menghasilkan bentuk yang pasti.
Kekurangan : Hanya digunakan dalam pengerjaan pemotongan.
4. Mesin CNC Punch Press
Kelebihan : Plat yang dihasilkan memiliki dimensi yang besar.
Kekurangan: Hanya diguankan untuk pembentukan plat.
5. Mesin Variabel Center.
Kelebihan :
a. Dilengkapi dengan dua buah piranti eretan.
b. Dapat mengerjakan benda kerja pada dua posisi sekaligus.
Kekurangan :Harganya relative mahal.
6. Mesin CNC Pelubang
Kelebihan:
a. Dapat melakukan kegiata meluba dan menggigit.
b. Dilengkapi dengan pengendali gerak.
c. Dapat menggigit bentuk bentuk keliling atau kontur dalam arah x dan y memanjang maupun melingkar.
Kekurangan: Khusus untuk kegiatan melubang.





















B. PEMBAHASAN KHUSUS
 Grafik hubungan S ( Jumlah putaran ), diameter benda kerja dan kecepatan potong (Vs) adalah banyaknya putaran spindel yang terjadi tiap menit. satuannya putaran/ menit.untuk mendapatkan jumlah putaran dalam pengerjaan benda kerja, diperlukan dua komponen utama yang harus diketahui yaitu:
1. Diameter BK
2. Kecepatan potong yang dianjurkan. Kecepatan potong yang dianjurkan adalah jarak yang ditempuh oleh pahat oleh pahat setiap satuan waktu.
Dari grafik dapat dikatakan bahwa :
 Pada kecepatan potong yang sama ( Vs), semakin besar diameter BK ( d ) maka jumlah putaran yang terjadi semakin berkurang. Hal ini dikarenakan saat pengerjaan BK, diameter yang besar memaksa jumlah putaran yang banyak mengakibatkan permukaan BK kasar sehingga putaran yang terjadi harus diminimalkan agar permukaan BK mengalami pemakanan perlahan-lahan yang mengakibatkabn hasil dari permukaan BK menjadi halus. Hubungan diatas menyatakan bahwa putaran yang terjadi berbanding terbalik dengan diameter BK pada kecepatan potong yang sama.
 Pada diameter yang sama, semakin besar kecepatan potong yang dianjurkan semakin banyak pula putaran yang terjadi setiap menitnya. Hal ini dikarenakan diameter BK merupakan variable yang dapat diubah –ubah dalam aartian bila diameter konstan, maka kecepatan potong diperbesar sehingga putaran yang dihasilkan juga bertambah karena geram-geramnya kecil. Ini tejadi agar pemakanan yang terjadi lebih maksimal dan lebih baik dengan penyelesaian permukaan yang halus. Hubungan diatas menyatakan bahwa diameter yang sama, kecepatan potong berbanding lurus dengan yang terjadi.
 Pada jumlah putaran yang konstan kecepatan potong yang terjadi semakin besar maka diameter BK juga bertambah. Hal ini dikarenakan bila jumlah putaran yang sama dan kecepatan potong diperbesar akan menghasilkan geram-geram yang besar pula maka pemakanan yang terjadi tidak efektif sehingga diameter BK perlu diperbesar agar pemakanannya halus dan hasil benda kerjanya baik. Hubungan diatas menyatakan bahwa pada jumlah putaran yang konstan, kecepatan potong berbanding lurus dengan diameter BK.  













5. 3. PEMBAHASAN
6. 3. 
PEMBAHASAN UMUM

Cara pembuatan roda gigi .
   
  Pembuatan roda gigi lurus pada mesin dapat dilakukan dengan mempergunakan alat-alat potong:
a.pisau frais pemotong gigi (gear cutter)
b.Dengan end mill (pitch yang kasar)
   
  Pelaksanaan pembuatan roda gigi dilakukan dengan beberapa alat bantu yakni berupa kepala pembagi dan senter kepala lepas .Dalam hal ini benda kerja dipasang antara senter kepala pembagi dan senter kepala lepas,dengan bantalan madrill (poros pembantu)dan pembawa ,dalamnya pemotongan sama dengan tinggi tatal dari gigi.  
 











PEMBAHASAN KHUSUS
  Hubungan Kecepatan Potong (Vs) dengan Kecepatan Putaran Sumbu (S)
Dari rumus :  
Maka semakin besar kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin besar pula dan sebaliknya semakin kecil kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja maka menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin kecil. Dengan kata lain antara kecepatan potong (Vs) dan kecepatan putaran sumbu utama (S) berbanding lurus.
 
  Nilai  
Nilai 1000 pada persamaan di atas digunakan untuk menyamakan satuan pada ruas kiri dan ruas kanan. Dimana satuan pada ruas kiri adalah m/menit sedang pada ruas kanan mm.put/menit. Untuk itu dilakukan konversi dari satuan mm ke satuan m untuk mendapatkan hasil dalam m.
Dimana , 1 mm =  

  Hubungan F (mm/menit) dengan F (mm/putaran)
  Konversi:
F (mm/menit) = S (putaran /menit) x F (mm/putaran)
Jadi semakin besar asutan F(mm/menit) maka asutan F(mm/putaran) jadi kecil dan begitu juga sebaliknya, dimana asutan F (mm/menit) berbanding terbalik dengan asutan F (mm/putaran) dan S (putaran/menit).  
B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Hubungan kecepatan potong Vs (m/menit) dengan asutan F (mm/menit). Dalam hubungan hasil akhir benda kerja, maka untuk mendapatkan benda kerja yang halus kecepatan ptong harus besar dan asutannya harus kecil. Sedang jika kecepatan potong dan asutan besar akan memungkinkan permukaan menjadi kasar dan terjadi kerusakan pada pahat. Jadi hal ini menunjukkan antara kecepatan potong dengan asutan berbanding terbalik. Faktor yang mempengaruhi hubungan kecepatan potong dengan asutan yaitu:
- Keliling penampang benda kerja.
Bahwa semakin besar benda kerja maka semakin besar pula keliling dari benda kerja tersebut. Jadi untuk mendapatkan permukaan benda kerja yang halus, maka kecepatan potongnya harus besar. Dan asutannya harus kecil.
  Hubungan Vs (kecepatan potong) dengan S (kecepatan sumbu utama)
Dari rumus :  
Maka semakin besar kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin besar pula dan sebaliknya semakin kecil kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja maka menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin kecil. Dengan kata lain antara kecepatan potong (Vs) dan kecepatan putaran sumbu utama (S) berbanding lurus.
   
  Hubungan asutan F (mm/mnt) dengan kecepatan putaran sumbu utama S (rpm).
F ( mm/men) = S (put/men) x F (mm/put)
Maka semakin besar asutan menimbulkan kecepatan putaran sumbu semakin besar pula dan sebaliknya makin kecil asutan , maka menimbulkan kecepatan putaran sumbu semakin kecil pula. Dengank ata lain antara asutan dengan kecepatan putaran sumbu utama berbandign lurus. 
read more...

cnc TU 2A (pembahasan khusus)

Pembahasan Khusus 

• Kecepatan Asutan
 Hubungan antara jumlah putaran sumbu utama dengan besarnya asutan adalah berbanding terbalik, apabila asutannya kecil maka jumlah putaran sunbu utama besar. Sebaliknya jika jumlah asutannya besar maka jumlah putaran sumbu utama kecil. Asutan yang besar menghasilkan benda kerja yang kasar serta mata pahat akan cepat aus akibatnya umur pahat lebih singkat. Dan apabila asutannya keci, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan benda kerja lama akan tetapi permukaan benda kerja yang dihasilkan lebih halus dan umur pahat lebih panjang.
Contohnya :
Jika jumlah putaran sumbu utama yang kita perlukan adalah 1390 putaran/menit, pada kecepatan 40 mm/menit maka 0,028 mm. Hal ini berate bahwa dalam satu menit untuk menghasilkan 1390 putaran sumbu utama, maka pahat harus menyayat benda kerja sepanjang 0,028 mm dalam tiap putaran sumbu utama. Dan ini akan diperolah jika kecepatan pahat saat menyayat benda kerja yaitu 40 mm/menit. Gerakan pahat pada saat mulai menyayat benda kerja yang berputar perlahan-lahan dan benda kerja tersayat sepanjang 0,028 mm pada saat putaran pertama dan 0,028 mm tiap putaran berikutnya sampai diperoleh jumlah putaran 1390, sedang pahat ini menyayat benda kerja dengan kecepatan 40mm dalam tiap menit.

• Sabuk Penggerak Pulley
Enam tingkat transmisi penggerak pulley memungkinkan berbagai pengaturan putaran sumbu utama. Penggerak untuk jenjang putaran BC1, BC2, BC3 (dari pulley antara menuju sumbu utama).

1. Sabuk pulley A (motor), sabuk pulley B (pulley antara), sabuk A ke B adalah tetap dan tidak dapat berubah.
2. Sabuk pulley B ke pulley C (sumbu utama). Sabuk diatur dalam posisi BC1, BC2, BC3.
Pada grafik di bawah menunjukkan hubungan antara putaran motor dengan puitaran spindel. Dalam satu kali poros transmisi pada motor berputar maka sudah mampu menghasilkan beberapa kali putaran pada spindel. Contohnya dalam grafik terdapat kode sabuk BC1, yang artinya apabilaporos transmisi bergerak sebanyak 47 kali maka sudah mampu menghasilkan 117 kali putaran spindel. Jadi besarnya jumlah putaran motor yang dimana putaran motor dihantarkan oleh pulley, dan posisi sabuk pada grafik berpengaruh juga pada besarnya tenaga optimal yang dipakai oleh penggerak motor. 
Dari gambar grafik jumlah putaran vs posisi sabuk dapat diketahui putaran minimal dan maksimal yang dapat dihasilkan dari setiap posisi sabuk. Selain itu, dapat diketahui batas ukuran putaran yang dugunakan untuk pemotongaj kasar dan pemakanan halus dari setiap posisi sabuk.
Misalnya untuk posisi sabuk BC1. juimlah putaran ini minimal yang dihasilkan yaitu 47 Rpm dan putaran maksimal yang dihasilkan menxapai 315 rpm. Jadi, untuk posisi sabuk BC1 tidak dapat lagi menghasilkan putaran diatas 315 rpm.
Sedangkan untuk pemakanan kasarnya dapat diperoleh pada tingkat putran 47-117 rpm dan tingkat putaran 244-315 rpm. Selain pemakanan kasar, pemakanan haluspun dapat diperoleh pada tingakat 117-244 rpm. Karena itu pemakanan halus pada sabuk BC1 berada diantara 2 tingkatputaran pemakanan kasar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik bahwa daerah yang diarsir merupakan tingkat pemakanan kasar, sedangkan tingkat pemakanan halus yaitu daerah yang tidak diarsir dan tetap berada di tengah atau diantara 2 arsiran tadi.
Jadi unatuk posisi sabuk yang lain dapat diketahui dengan jelas jumlah putaran minimal dan maksimalnya, pemakanan kasar dan halusnya dengan melihat langsung grafik jumlah putaran vs posisi sabuk seperti yang telah dijelaskan pada posisi sabuk BC1.  

• Kecepatan Potong
Dari grfik tersebut, terlihat ada tiga bagian/komponen yang saling mempengaruhi satu sama lainnya. Komponen-komponen tersebut adalah diameter benda kerja (mm), jumlah putaran (put/menit) dan kecepatan potong (mm/menit). Grafik ini sudah di desain oleh pembuat mesin CNC TU-2A untuk memudahkan pengerjaan suatu benda kerja, shingga dengan menggunakan grafik tersebut kita akan mendapat hasil meksimal. 
Pada grafik telah ditunjukkan berapa besar diameter benda kerja yang digunakan dan jumlah putaran yang harus digunakan sehingga dapat menghasilkan kecepatan potong ideal.
Sebagai contoh pada grafik ditunjukkan bahwa pada saat kita menggunakan diameter benda kerja sebesar 40 mm dan jumlah putaran 200 rpm, kita akan dapatkan kecepatan potong sebesar 150 mm/menit.
Sesuai dengan benda kerja yang digunakan yaitu 36 mm dengan jumlah putarann 1390 putaran / menit maka kecepatan potongnya 157,12 m/menit. 
Grafik tersebut sangat memudahkan kita dalam melihat kecepatan potong yang ada. Sebenarnya ada rumus yang digunakan untuk mendapatkan kecepatan potong tetapi pembuat mesin memudahkan program mesin karena untuk mempercepat proses pengerjaan yang ada.
Dari grafik diketahui juga, jika kita menggunakan diameter benda kerja semakin besar dengan jumlah putaran semakin besar maka akan menghasilkan kecepatan putar yang besar pula dan sebaliknya.
Grafik tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung porses pengerjaan yang baik dan pahat akan bekerja ideal sehingga tidak akan melakukan pemakanan yang terlalu dalam atau rendah yang akhirnya berakibat pada proses atau hasil akhir yang didapat pada benda kerja. 
read more...