translate

ramp my enterprenuer inspiration

Kamis, 03 Desember 2009

mesin Konversi Energi (turbin gas)

PENDAHULUAN

Pengertian: (gas turbine),adalah suatu alat yang dapat menghasilkan Energy dari proses pembakaran Gas panas dan di alirkan untuk menggerakkan turbin. Bentuk sederhana pembangkit tenaga listrik dengan bahan bakar gas alam yang berasal dari dalam perut bumi.

proses gas alam yang nantinya setelah diolah, akan digunakan untuk pembakaran (combustion) pada turbine gas. Kebanyakkan di pembangkitan yang digunakan adalah gas ethan serta pentana

Pembangkit tenaga listrik dengan gas alam mempunyai biaya investasi yang paling kecil bila dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar minyak, diesel, maupun batubara. Gas combined cycle mempunyai biaya investasi yang lebih besar bila dibandingkan dengan turbin gas tetapi gas combined cycle mempunyai keunggulan yaitu efisiensinya tinggi. Turbin gas lebih banyak digunakan bila kapasitas pembangkitan masih rendah seperti kondisi di Sumatera., Kalimantan, dan pulau lain.

KOMPONEN TURBIN GAS

Turbin gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti air inlet section, compressor section, combustion section, turbine section, dan exhaust section. Sedangkan komponen pendukung turbin gas adalah starting equipment, lube-oil system, cooling system, dan beberapa komponen pendukung lainnya. Berikut ini penjelasan tentang komponen utama turbn gas:

1. Air Inlet Section. Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara sebelum masuk ke kompresor. Bagian ini terdiri dari:

a. Air Inlet Housing, merupakan tempat udara masuk dimana didalamnya terdapat peralatan pembersih udara.

b. Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau partikel yang terbawa bersama udara masuk.

c. Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada inlet house.

d. Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada bagian dalam inlet house, udara yang telah melewati penyaring ini masuk ke dalam kompresor aksial.

e. Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata pada saat memasuki ruang kompresor.

f. Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai pengatur jumlah udara yang masuk agar sesuai dengan yang diperlukan

2. Compressor Section. Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi untuk mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian yaitu:

3. Compressor Rotor Assembly. Merupakan bagian dari kompresor aksial yang berputar pada porosnya. Rotor ini memiliki 17 tingkat sudu yang mengompresikan aliran udara secara aksial dari 1 atm menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh udara yang bertekanan tinggi. Bagian ini tersusun dari wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang disusun kosentris di sekeliling sumbu rotor.

4. Compressor Stator. Merupakan bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari:

a. Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara masuk ke inlet bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane.

b. Forward Compressor Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat empat stage kompresor blade.

c. Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat compressor blade tingkat 5-10.

5. Discharge Casing, merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai tempat keluarnya udara yang telah dikompresi.

6. Combustion Section. Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja yang berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas yang diubah menjadi energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas. Komponen-komponen itu adalah :

7. Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran antara udara yang telah dikompresi dengan bahan bakar yang masuk.

8. Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pembakaran.

9. Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke dalam combustion liner

10. Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam combustion chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar.

11. Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas panas agar sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas.

12. Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua combustion chamber.

13. Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses pembakaran terjadi.

14. Turbin Section. Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi mekanik yang digunakan sebagai penggerak compresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari daya total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar kompresornya sendiri, dan sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan.

Komponen-komponen pada turbin section adalah sebagai berikut :

a. Turbin Rotor Case

b. First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first stage turbine wheel.

c. First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik dari aliran udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran rotor.

d. Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur aliran gas panas ke second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi untuk memisahkan kedua turbin wheel.

e. Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang masih cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar rotor yang lebih besar.

f. Exhaust Section. Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas.

Cara Turbin Gas Bekerja

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAAZrINvajaTcVfTG2vXRxhhSXxPsL4OLeD4IUDJalvfn-ZCxF71rReEgbxGM-JJJZ5KatZqGKp5WFQWu3e_nh6LleeBMuHiYNlWPeYZGNgUnXp8IHFsJ3hZKDeQDxTC_KPB_C02oNBsor/s200/mesin+jet_01.jpg

Turbin gas banyak digunakan oleh pesawat terbang, helikopter dan pembangkit energi listrik skala kecil. Turbin gas digunakan karena memiliki kelebihan.

Daya yang dihasilkan turbin gas lebih banyak dibandingkan dengan mesin siklus 4 atau 2 tak dengan berat mesin yang sama. Artinya dengan berat yang sama daya yang dihasilkan turbin gas lebih banyak, oleh karena itu turbin gas banyak digunakan untuk alat transportasi seperti yang disebutkan diatas.


Cara Kerja Turbin Gas

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0xDI2JC4wVJMYCdyJORWghq_APy2sRnTir_rAX1n__ng3kuTExeGVp2Zpn_AZeuVKidfvsbGG7-l79d2CRnfjfyMDLzec1eLmRMKl62iVNs_41UsXmeY8zttEZufTke4ZIxCJQGKHE3Zp/s200/turbin+gas.gif

Komponen utama turbin gas ada tiga. Kompresor berfungsi untuk menghasilkan udara bertekanan tinggi. Bilik pembakaran berfungsi sebagai area tempat pembakaran bahan bakar dan menghasilkan udara bertekanan dan berkecepatan tinggi. Turbin berfungsi merubah udara yang bertekanan tinggi dari bilik pembakaran menjadi gerakan mekanis.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkXtzrifCvsVIGwIYo8V-uYAaEx3kA8oOAuARIhxfjzI7UcwzGdRJcC2wB-RYejvLoEVjQXKzNN50TyspD3EXZwukCCPeuLY0ry3eQOlqtn7tf2_UxzOgiFTEe2yjquKkWpS5-FO3rhvd8/s200/turbin+gas.jpg

Ruang Pembakaran. Pembakaran merupakan kombinasi kimia dari tiga elemen yaitu udara bahan bakar dan api. Bahan bakar yang digunakan untuk turbin gas adalah hidrokarbon. Udara yang bertekanan tinggi dari kompresor memasuki ruang pembakaran, saat itu juga bahan bakar di semprotkan oleh fuel injector sehingga terjadi pembakaran yang menghasilkan udara yang bertekanan dan berkecepatan tinggi. Inilah yang dimanfaatkan oleh turbin untuk menghasilkan daya. Modifikasi dari turbin gas ada yang disebut dengan turbofan. Bentuknya hampir sama dengan turbin gas. Turbo fan memiliki kipas (fan) sebelum kompresor.

PROSES SINGKAT PADA TURBIN GAS

Turbin gas secara teori tidak begitu rumit untuk menjelaskannya. Terdapat 3 komponen atau bagian utama yaitu :

1. Compressor : menaikkan tekanan udara yang masuk

2. Combustion Area: Membakar bahan bakar yang masuk dan menghasilkan tekanan yang sangat tinggi begitu pula dengan kecepatannya.

3. Turbin: Mengkonversi energi dari gas dengan tekanan dan kecepatan yang tinggi hasil dari combustion area menjadi energi mekanik berupa rotasi poros turbin.

SIKLUS TURBIN GAS

Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umum yaitu:

A. Siklus Ericson

Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (reversible) yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik (reversible isotermic) dan dua proses isobarik dapat balik (reversible isobaric). Proses perpindahan panas pada proses isobarik berlangsung di dalam komponen siklus internal (regenerator), dimana effisiensi termalnya adalah:

th = 1 – T1/Th

dimana; T1 = temperatur buang dan Th = temperatur panas


B. Siklus Stirling

Merupakan siklus mesin kalor dapat balik, yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik (isotermal reversible) dengan volume tetap (isovolum). Efisiensi termalnya sama dengan efisiensi termal pada siklus Ericson.

C. Siklus Brayton

Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas, sehingga saat ini siklus ini yang sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau manufacturer dalam analisa untuk up-grading performance. Siklus Brayton ini terdiri dari proses kompresi isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan panas pada tekanan konstan. Pada siklus Bryton tiap-tiap keadaan proses dapat dianalisa secara berikut:

• Proses 1---2,(kompresi isentropik)

Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor: Wc = ma(h2–h1)

• Proses 2---3, pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan.

Jumlah kalor yang dihasilkan: Qa = (ma+mf)(h3–h2)

• Proses 3---4, ekspansi isentropik didalam turbin.

Daya yang dibutuhkan turbin: WT = (ma+mf)(h3-h4)

• Proses 4---1, pembuangan panas pada tekanan konstan ke udara.

Jumlah kalor yang dilepas: QR = (ma+mf)(h4–h1)

Siklus Brayton

KLASIFIKASI TURBIN GAS

Turbin gas dapat dibedakan berdasarkan siklusnya, kontruksi poros dan lainnya.

A. Menurut siklusnya turbin gas terdiri dari:

•Turbin gas siklus tertutup (Close cycle)

•Turbin gas siklus terbuka (Open cycle)

Perbedaan dari kedua tipe ini adalah berdasarkan siklus fluida kerja. Pada turbin gas siklus terbuka, akhir ekspansi fluida kerjanya langsung dibuang ke udara atmosfir, sedangkan untuk siklus tertutup akhir ekspansi fluida kerjanya didinginkan untuk kembali ke dalam proses awal.

Contoh data-data manufacture gas turbin poros tunggal adalah :

Type PG 5341 (N)

Rating (Base, Gas/Oil) 20.900/20.450 (kW)

Altitude Sea Level

Compressor Stage 17

Turbin Stage 2

Turbin Speed 5100 rpm

Inlet Temperatur 32.2oC

Inlet Pressure 1.0333 kg/cm2

Exhaust temperatur 488oC

Exhaust Pressure 1.0333 kg/cm2

Pressure Ratio 9.4

Desired min. Horse Power 33.000 HP

Fuel Natural Gas

Fuel Systems Gas/Oil (Unit A dan B)

Gas Unit C, D, E, F, G dan H)

Control System Speedtronic

Accessory gear Type A500

Starting system 400 HP Induction Motor (Unit C/H)

500 HP motor diesel (Unit A/B)

B. Menurut konstruksi porosnys, dalam industri turbin gas umumnya diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu :

1. Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft)

Turbin jenis ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik yang menghasilkan energi listrik untuk keperluan proses di industri.

2. Turbin Gas Poros Ganda (Double Shaft)

Turbin jenis ini merupakan turbin gas yang terdiri dari turbin bertekanan tinggi dan

turbin bertekanan rendah, dimana turbin gas ini digunakan untuk menggerakkan beban yang berubah seperti kompresor pada unit proses.

read more...

Rabu, 02 Desember 2009

lambang unhas

read more...

WSBB

A. Munculnya Negara/Kerajaan bahari di Indonesia

Negara dan bangsa Indonesia dengan karakteristik sosial budaya kebaharain sekarang bukanlah merupakan fenomena baru di nusantara kita ini. Fakta sejarah menunjukkan kepada kita bahwa fenomena kehidupan kebaharian kekinian, khususnya bidang brokrasi/pemerintahan, pelayaran, perikanan merupakan kontinuitas dari roses perkembangan fluktuatif kehidupan kebaharian masa lalu. Proses perkembangan politik kenegaraan dengan infrasturuktur yang flutuatif tersebut member gambaran akan muncul dan menghilangnaya secara bergantian kerjaan-kerajaan maritime besar dan kecil dari masa lalu hingga masa Indonesia erdeka. Munculnya kerajan kerajaan maritime di nusantara masa lalu yang berdaulat denagn sistem pertahanan keamanan yang ampuh, tumbuhnya sector-sektor ekonomi kebaharain terutama pelayaran dan perikanan, aplikasi pengetahuan teknologi kelautan, dan diadakan serta diberklakukan kebijakan dan hokum/ perundan- undangan laut banyak merupakan bukti presentasi masyarakat bahari masa lalu yang semestinya diberi apresiasi setinggi tingginya oleh anak bangsa Indonesia sekarang. Prestasi mana telah menjadi kristalisasi nilai sejarah yang potensial dijadikan acuan pembelajaran bagi rekayasa perkembangan kebudayaan dan peradaban bahrari nusantara ini kedepan pendayagunaan potensi local yang optimal dan eksternal secara selektif sebagaimana diterapkan dimasa lalu kiranya lebih meningkatkan kebrdayaan dan wibawah bangsa bahari ini daripada bergantung sepenuhnya pada kekuatan-kekuatan eksternal semata seperti cenderung diterapkan bangsa Indonesia, terutama sejak masa orde baru hingga sekarang.
 
B. Catatan sejarah perikanan laut di Indonesia


Dari perspektif kekuatan sosial politik dan ekonomi, kaum nelayan dimanapun dari dulu hingga sekarang memang selalu termasuk masyarakat marginal. Sebaliknya dari perspektif sosial budaya , bagian terbesar dari mereka sesungguhnya itulah sesungguhnya dikategorikan sebagai masyarakat bahari sejati/tulen. Menggagas laut dan isinya, rekaysa sarana perhubungan (perhu/kapal) untuk akses ke laut dan teknologi pemanfaatan sumberdaya perikanan yang kaya dengan tipenya, dan dinamika pengetahuan sebagai pedoman aktifitas pelayaran dan perilaku eksploitasi sumber daya laut , justru menjadikan kadar kebaharian kaum nelayan dalam berbagai unsure melebihi kadar budaya kebaharian para nelayan dan saudagar yang memanfaatkan lingkungan laut sebagai prasarana pelayaran (pelabuhan/dermaga dan rute-rute pelayaran) semata.
Sejarah aktifitas penagkapan ikan di perairan Nusantara ini juga dapat dilacak jauh kebelakang. Meskipun tingkat-tingkat perkembangan budaya perikanan kurang terkandug dalam catatan sejarah dibandingkan dengan aktivitas pelayaran ( usaha perhubungan laut ), namundapat diduga bahwa aktivitas kenelayanan berupa menangkap ikan dan mengumpulkan biota laut tidak liar ( kerang-kerang, tumbuhan laut ) tidak jauh lebih mudah daripada aktivitas berburu dan meram di darat, yang mencirikan mode ekonomi subsisten mastarakat sederhana di mana-mana. Adapun pola aktivitas kenelayanan dan mengumpulkan biota laut tidak liar diduga sama dengan kalau bukan lebih tua daripada pola aktivitas ekonomi perhubungan antarpulau, apalagi antarnegara dan benua.


 
C. Catatan Sejarah Pengembaraan Pelayar dan Nelayan

Dalam melakukan akivitasnya, penduduk bahari, terutama nelayan dan pelayar, mempunyai mobilitas pengembaraan yang tinggi. Berbeda dengan pelayar yang tujuannya adalah pelabuhan-pelabuhan di kota-kota pantai, nelayan yang memanfaatkan sumberdaya hayati ( ikan dan spsis-spesis biota lainnya ) tujuannya adalah daerah-daeah penangkapan ( fishing grounds ) diperaiaran pesisir dan laut dalam. K3ebanyakan kelompok nelayan dari Jawa, Madura, dan Bawean mencari ikan laying sampai kepulauan Natuna, Selat Makassar, Laut Arafuru, dan Laut Banda.Nelayan pencari telur ikan terbang dari Mandar sejak dahulu menjelajah laut dalam selama berbulan-bulan hingga ke Laut Flores dan Maluku.Nelayan pancing tongkol dan tuna dari Sulawesi Selatan juga mendatangi Laut Flores, Maluku, bahkan sejak tahun 1998 sebagian nelayan Bugis dari Sinjai ( Teluk Bone ) sampai ke perairan Cilacap menangakap tongkol. Keloomok-kelompok nelayan paling berani mengarungi dan tinggal di lautan selama berbulan-bulan alah nelayan Bugis dan Bajo ( Pulau Sembilan, Teluk Bone ), Nelayan Makassar ( Baranglompo, Kodingareng ) mencari teripang dan kerang-kerangan ke seluruh perairan Nusantara. Pengembaraan ke kawasan Timur Indonesia, mereka mendatangi NTT, Maluku, Biak, hingga Merauke. Kea rah selatan, mereka mendatangi NTB, kemudian menyebrang ke perairan pantai utara Australia. Bahkan di abad ke-17, dalam pelayarannya kebali ke Makassar, nelayan penyelam tersebut melalui perairan pantai barat Papua New Guinea yang kaya dengan mutiara dan teripang. Oleh karena populasi teripang dan sepsis-spesis karang bernilai ekonomi tinggi telah merosot sejak tahun 1980-an, maka kelompok-kelompok pengembara tersebut semakin berkurang jumlahnya. Hal yang menarik perhatian ialah nelayan Madura ( jumlahnya tidak kurang dari 10 kapal ) juga sampai di Teluk Bone mencari jenis-jenis teripang yang tidak diambil nelayan Bugis dan Bajo. 
 
 
read more...

pemprograman komputer (contoh VB)

 

contoh VB untuk input data pegawai:


Private Sub Cmbjabatan_Click()
  If Cmbjabatan.ListIndex = -1 Then
  gaji = 0
  tunjang = 0
  ttl = 0
  ElseIf Cmbjabatan.ListIndex = 0 Then
  gaji = 1500000
  tunjang = 0.1 * gaji
  ttl = gaji + tunjang
  ElseIf Cmbjabatan.ListIndex = 1 Then
  gaji = 1200000
  tunjang = 0.08 * gaji
  ttl = gaji + tunjang
  ElseIf Cmbjabatan.ListIndex = 2 Then
  gaji = 1000000
  tunjang = 0.05 * gaji
  ttl = gaji + tunjang
  Else
  gaji = 750000
  tunjang = 0.025 * gaji
  ttl = gaji + tunjang
  End If
  txtgapok.Text = Format(gaji, "###,###,###")
  txttunjang.Text = Format(tunjang, "###,###,###")
  txttotal.Text = Format(ttl, "###,###,###")
  End Sub

Private Sub Command1_Click()
  txtnip.Text = Clear
  txtnama.Text = Clear
  Cmbjabatan.Text = Clear
  txtgapok.Text = Clear
  txttunjang.Text = Clear
  txttotal.Text = Clear
  txtnip.SetFocus
   
End Sub

Private Sub Command2_Click()
  Unload Me
End Sub

Private Sub Form_Load()
  Cmbjabatan.AddItem "Direktur"
  Cmbjabatan.AddItem "Sekretaris"
  Cmbjabatan.AddItem "Bendahara"
  Cmbjabatan.AddItem "Staff"
End Sub




















 



Private Sub Cmbkode_Click()
If Cmbkode.Text = "A1" Then
  txtkamar.Text = "VIP ROOM"
  txtharga.Text = 250000
  ElseIf Cmbkode.Text = "A2" Then
  txtkamar.Text = "FLAMBOYAN"
  txtharga.Text = 200000
  ElseIf Cmbkode.Text = "A3" Then
  txtkamar.Text = "MELATI"
  txtharga.Text = 150000
  ElseIf Cmbkode.Text = "A4" Then
  txtkamar.Text = "PALEM"
  txtharga.Text = 100000
Else
  txtkamar.Text = "SLAH DATA"
  txtharga.Text = 0
End If
txtharga.Text = Format(txtharga.Text, "###,###,###,#0")
End Sub

Private Sub Command1_Click()
Unload Me
End Sub

Private Sub Command2_Click()
txtnama.Text = Clear
Cmbkode.Text = Clear
txtharga.Text = Clear
txtlama.Text = Clear
txttotal.Text = Clear
txtdiskon.Text = Clear
txtbayar.Text = Clear
txtkamar.Text = Clear

End Sub

Private Sub DS0_Click()
If DS0.Value Then
  txtdiskon.Text = 0 * txttotal.Text
  txtbayar.Text = txttotal.Text - txtdiskon.Text
Else
  DS0.Value = True
End If
  txtdiskon.Text = Format(txtdiskon.Text, "###,###,###,#0")
  txtbayar.Text = Format(txtbayar.Text, "###,###,###,#0")

End Sub

Private Sub DS10_Click()
If DS10.Value Then
  txtdiskon.Text = 0.3 * txttotal.Text
  txtbayar.Text = txttotal.Text - txtdiskon.Text
Else
  DS10.Value = True
End If
  txtdiskon.Text = Format(txtdiskon.Text, "###,###,###,#0")
  txtbayar.Text = Format(txtbayar.Text, "###,###,###,#0")

End Sub

Private Sub DS20_Click()
If DS20.Value Then
  txtdiskon.Text = 0.1 * txttotal.Text
  txtbayar.Text = txttotal.Text - txtdiskon.Text
Else
  DS20.Value = True
End If
  txtdiskon.Text = Format(txtdiskon.Text, "###,###,###,#0")
  txtbayar.Text = Format(txtbayar.Text, "###,###,###,#0")

End Sub

Private Sub DS30_Click()
If DS30.Value Then
  txtdiskon.Text = 0.3 * txttotal.Text
  txtbayar.Text = txttotal.Text - txtdiskon.Text
Else
  DS30.Value = True
End If
  txtdiskon.Text = Format(txtdiskon.Text, "###,###,###,#0")
  txtbayar.Text = Format(txtbayar.Text, "###,###,###,#0")
   
   
End Sub

Private Sub Form_Load()
Cmbkode.AddItem "A1"
Cmbkode.AddItem "A2"
Cmbkode.AddItem "A3"
Cmbkode.AddItem "A4"
DS30.Value = False
DS20.Value = False
DS10.Value = False
DS0.Value = False
End Sub

Private Sub txtlama_Validate(Cancel As Boolean)
txttotal.Text = txtharga.Text * Val(txtlama.Text)
txttotal.Text = Format(txttotal.Text, "###,###,###,#0")
End Sub
read more...

proses manufaktur (produk requriutment)

SOAL DAN JAWABAN
TUGAS I


1. Bagaimana suatu produk requirement mempengaruhi pemilihan material dan proses produksi?
Jawab:
Suatu produk requirement mempengaruhi pemilihan material dan proses produksi. Hal ini dikarenakan suatu produk harus dapat memenuhi persyaratan antara lain kuat, tahan korosi, umur pakai panjang, dan dapat diproduksi secara massal. Dengan demikian, diperlukan pemilihan material yang kiranya dapat memenuhi persyaratan tersebut, dengan tetap memperhatikan harga yang terjangkau. 
Proses produksinya pun diharapkan dapat memenuhi persyaratan di atas. Tidak harus menggunakan mesin dan alat yang amat mutakhir, yang penting dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan bermutu tinggi, dapat memenuhi keinginan pasar dengan harga yang tetap terjangkau. Jadi, produk yang dihasilkan dapat berkualitas dan berdaya jual tinggi dengan menggunakan biaya produksi yang tidak mahal.


2. Dia. poros 39,95 , dia. lubang 40,00 . Berapa allowance?
Jawab:
a. Poros 39,95 
39,95 39,95
  0,00 + 0,07 _
39,95 39,88
b. Lubang 40,00 
40,00 40,00
  0,07 + 0,00 ¬_
40,07 40,00
 Jadi, 
  40,07 40,00
  39,95 + 39,88 _
  0,12 0,12 allowance = 0,12











3. Bagaimanakah safe condition dalam penataan mesin-mesin produksi?
Jawab:
 Safe condition sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja (proses produksi) yang aman dan memadai. Dalam penataan mesin-mesin produksi, safe condition hendaknya dipenuhi untuk mendukung proses produksi. 
 Misalnya, listrik sebagai sumber utama untuk memfungsikan mesin-mesin tersebut. Kemudian alat-alat yang dapat mendukung proses produksi, antara lain gerinda, kompressor, dan bor tangan. Tidak lupa juga ketersediaan tempat sampah dan tempat scrapper, agar kita dapat memilah kembali material yang masih dapat digunakan (daur ulang), sebagai wujud dari kepedulian terhadap lingkungan; dan ventilasi agar suasana di tempat produksi dapat memperoleh oksigen yang cukup. Dan tidak kalah penting diperlukan adanya safety equipment untuk melindungi kita dari bahaya dan kecelakaan, baik kecil maupun yang berakibat fatal, selama berada di area proses produksi.
read more...

penentuan titik refrensi CNC

• Penentuan Titik Referensi.
Titik referensi dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut :
1. Menentukan titik Z pada posisi 0.
Hantarkan mata pahat tepat di atas permukaan benda kerja hingga mata pahat sedikit menyentuh benda kerja kemudian input nilai tersebut atau hantarkan secara manual.
2. Menentukan titik X pada posisi 0.
Hantarkan mata pahat kesamping daripada benda kerja hingga mata pahat sedikit menyentuh permukaan benda kerja kemudian input nilai tersebut atau hantarkan secara manual.
3. Menentukan titik Y pada posisi 0.
Hantarkan mata pahat kesamping kiri atau kanan dari benda kerja hingga mata pahat sedikit menyentuh permukaan benda kerja kemudian input nilai tersebut atau hantarkan secara manual.
4. Langkah akhir hantarkan mata pahat pada titik pertemuan ketiga sumbu tersebut atau pada posisi ( 0,0,0 ).
read more...

sejarah singkat CNC

SEJARAH MESIN CNC 
 
 Kendali numerik adalah bukanlah hal yang baru, pada awal tahun 1908 mesin penenun menggunakan kartu atau plat logam penekan lubang-lubang pada mesinnya untuk mengatur pola dari seluruh hasil kain. Masing-masing jarum dimesin diatur oleh ada atau tidaknya lubang. Pada kartu-kartu penekan, kartu-kartu ini ialah program dari mesin, jika kartu-kartu ini dirubah maka pola akan berubah.
 Pemain piano juga contoh dari pengendali numeric, Pemain piano menggunakan gulungan kertas dengan lubang penekan didalamnya. Ada atau tidaknya lubang penentu, jika catatan dimasukkan udara digunakan pengetahuan suara yang telah ada.
 Ditemukannya komputer adalah salah satu dari hal penentu yang penting dari pengndali numerik. Pada tahun 1943 komputer pertama dinamai ENIAC (electronic numerical integration a nol computer) telah dibangun.
 Komputer ENIAC ini sangat besar, computer menempati lebih 18.000 dari 15.000 kaki persegi dan menggunakan kurang lebih 18.000 pipa kosong untuk kalkulasinya menghasilkan panas dari pipa kosong ialah masalah yang sama. Komputer ini hanya dapat dioperasikan beberapa menit tanpa kekurangan sebuah pipa dalam penjumlahan komputer menimbang berton-ton dan sabgat sulit untuk program, ENIAC siap diprogram dengan ratusan tombol. Kalkulator yang seharga 15 dollar yang beredar dipasaran sekarang ini lebih berharga dibanding komputer percobaan ini.
 Hal penentu yang sebenarnya dalam teknologi computer ialah ditemukannya transistor pada tahun 1948. Transistor adalah pengganti dari tabung kosong. Bentuknya sangat kecil, murah, dan dapat diandalkan dengan mengguanakan sedikit tenaga dan hanya menghasilalkan sedikit panas. Hal ini merupakan sifat dari pengganti yang sempurna dari pipa kosong. Transistor tidak banyak diperhatikan oleh industri dalam penggunaannya sampiai tahun 1906-an.

LATAR BELAKANG

  Mesin kendali numeric marupakan mesin perkakas yang mempunyai kelebihan dibandingkan mesin perkakas konvensional yang dikerjakan secara manual. Mesin yang dikerjakan secara manual membutuhkan keterampilan operator dalam mengoperasikan mesin perkakas. Selain itu waktu pengerjaan benda kerja tidak efisien sehingga untuk keperluan yang cepat tidak dapat dilayani atau dituruti dan yang paling penting adalah mutu dari hasil yang telah dibuat hal itu karena adanya kelainan operator atau factor lain sedangkan mesin pengendari numeric merupakan mesin perkakas yang konvensional. Yang membedakan ialah mesin pengendali numeric yang telah diprogram dalm computer kemudian diterjemahkan oleh mesin perkakas sesuai dengan program yang dimasukkan.
 Keberadaan mesin pengendali numeric merupakan hal yang biasa saja dimana 
saat sekarang ini. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai macam kerja yang harus diselesaikan dalam waktu yang seefesien mungkin dan hasil pengerjaan yang bagus. Selain mesin pengendali numeric memberikan kemudahan dalam pengoperasiaannya.
Mesin CNC TU-2A memeiliki kelebihan dibandingkan dengan mesin bubut konvensional yaitu :
a. Mengikuti program yang telah dibuat secara benar.
b. Memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.
c. Pengoperasiaannya tidak banyak menguras tenaga operator 
d. Waktu pengerjaan relative singkat.
e. Pengoperasiaannya sangat sederhana.
f. Tidak memerlukan banyak alat dalam operasi.

 Adapun kekurangan dari mesin CNC TU-2A adalah :
a. Memerlukan kemahiran dari operator dalam membuat program.
b. Hanya mampu mengerjakan benda kerja yang terbatas ukurannya.
c. Perawatannya lebih rumit karena menggunakan sistem komputerisasi.
d. Harganya relative lebih mahal.




2.2. JENIS-JENIS MESIN CNC

1. Mesin CNC Plasma
Mesin pemotongan CNC plasma menggunakan NC untuk mengatur senteran potongan / pemotongan plasma. Plasma ini dihasilkan dengan melewatkan gas melalui busur listrik.
2. Mesin Pembuat Pegas CNC 
Mesin CNC pembubut pegas membuat pegas dengan menggulungkan rata atau pegas melingkar baru kedalam bentuk yang melalui penggunaan dan cetakan. Cetakan ini diposisikan oleh NC dan dapat menghasilkan ribuan dalam romnya.
3. Mesin Pusat Vertikal
Mesin pusat vertical adalah mesin fris vertical yang menggunakan pengatur posisi secara control numeris dan pengganti peralatan untuk membuat bagian-bagian mesin yang kompleks dalam satu penyetakan.
4. Mesin Pusat Horizontal 
Mesin ini dilengkapi dengan peubah otomatis dengan bermacam cirri untuk meningkatkan kemampuan dan keunggulan produksi.
5. Mesin Pusat Variabel Ekses
Mesin adalah mesin yang mampu dioperasikan dalam tujuh petunjuk serempak yang berbeda. Variax ini mungkin adalah mesin multi akses yang akan datang. Kemampuan vertical akses memperbolehkan variax untuk bergerak dan mengatur pahat pemotong dalam banyak arah.
6. Mesin CNC Laser Pemotong
Mesin CNC laser pemotong sangat mirip dengan pemotong plasma. Mesin CNC laser pemotong plasma ini menggunakan lampu-lampu sebagai alat.

Mesin CNC TU-3A menrupakan jenis mesin dengan menggunakan Numerical Control Computer. Secara terkontrol dan otomatis. Mesin CNC TU-3A adalah salah satu jenis mesin CNC yang memungkinkan pemotongan benda kerja dilakukan secara 3 dimensi, hal ini tampak dengan jelas apabila kita menjalankan mesin, pada layar monitor akan menunjukkan mesin dalam posisi pahat dalam 3 dimensi yaitu X,Y,Z dengan laju pergerakan pahat 0,01 mm yang merupakan skala terkecil unuk mendapatlan dimensi benda kerja yang baik dan tepat, selain memfris msin ini juga dapat melakukan pengeboran.
Pergeseran pahat dapat dilakukan secara linear (pergerakan atau pemotongan lurus) secara radius (pergerakan memotong melingkar), meja hantar dan spindel bergerak secara 3 dimensi dengan program yang ditulis pada layar komputer. Kecepatan gerak dan kecepatan asutan dapat diatur sesuai dengan kehendak operator, demikian pula dengan kecepatan putar spindel sehingga memungkinkan kita mengerjakan benda kerj a dalam waktu singkat.
read more...

cnc TU 3A (pembahasan umum)

PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN UMUM
Faktor-Faktor Penentu Kualitas Dari Benda Kerja
Dalam melakukan suatu pekerjaan, kehalusan dan kualitas produk yang dihasilkan oleh pekerjaan tersebut tertentu menjadi ukuran keberhasilan pekerjaan itu sendiri. Termasuk dalam pekerjaan dengan menggunakan mesin CNC TU-3A dimana terdapat hal-hal yang bisa mempengaruhi ketepatan benda kerja antara lain :
 Program
Program yang dibuat harus benar dan program tersebut harus diinput dengan benar pula untuk mendapatkan hasil benda kerja sesuai yang diinginkan.
 Benda kerja
Pemasangan benda kerja yang tidak seimbang atau tidak lurus dan tepat pada posisi pencekam, sehingga benda kerja cenderung oleng sewaktu bergesekan dengan pahat. Oleh karena itu, sangat diperhatikan dalam hal pemasangan benda kerja yang dipasang dengan baik dan benar.
 Pahat
Pahat yang digunakan harus sesuai dengan kekuatan benda kerja, dalam haal ini pahat harus tajam agar pemakanan lebih cepat dan lebih halus sehingga ketetpatan dan kualitas benda kerja yang dihasilkan bisa semaksimal mungkin.
 Kecepatan potong
Kecepatan potong yang digunakan harus disesuaikan dengan kekuatan bahan. Makin tinggi kekuatan bahan maka kecepatan potong harus lebih rendah. Untuk menghindari alat potong agar tidak cepat kalah atau aus yang bisa menyebabkan kualitas benda kerja menjadi berkurang.
 Putaran spindel
Putaran spindel harus disesuaikan dengan jenis pemotong yang akan dilakukan. Untuk pemotongan kasar digunakan putaran spindel 600 putaran per menit dan untuk pemotongan halus digunakan putaran spindel 800 putaran per menit. Kesalahan dalam memilih putaran spindel bisa mempengaruhi kualitas hasil benda kerja.
 Penentuan titik referensi
Hal ini dapat menyebabkan langkah pemakanan dan ukuran kedalaman pemakanan dapat mengalami kesalahan, sehingga proses pengerjaan tidak sesuai yang diinginkan.

B. PEMBAHASAN KHUSUS
 Jenis benda kerja Vs F
F= asutan (mm/men)
Jenis benda kerja adalah keras, lunak (tahanannya). 
Hubungan antara jenis benda kerja dengan kecepatan asutan (F) adalah semakin tinggi tahanan benda kerja maka kecepatan asutan akan semakin kecil. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah ketahanan pengerjaan maka akan semakin besar kecepatan asutan.
 Jenis benda kerja Vs Vc
Vc = kecepatan potong (m/men)
Jenis benda kerja adalah ketahanannya.
Hubungan antara jenis benda kerja dengan kecepatan potong adalah semakin tinggi tahanan dari benda kerja maka makin rendah kecepatan potongnya. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tahanan dari benda kerja maka semakin tinggi kecepatan potongnya.
 Jenis benda kerja Vs T
T = waktu pengerjaan
Jenis benda kerja adalah ketahanannya.
Hubungan antara jenis benda kerja dengan waktu pengerjaan adalah semakin tinggi ketahanan benda kerja maka waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan akan semakin besar. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah ketahanan benda kerja maka waktu yang dibutuhkan akan semakin kecil.
 Jenis benda kerja Vs t
t = dalamnya pemotongan
Jenis benda kerja adalah ketahanannya.
Hubungan antara jenis benda kerja dengan kedalaman pemotongan adalah semakin tinggi ketahanan dari benda kerja maka kedalaman pemotongan akan semakin kecil. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah ketahanan dari benda kerja maka kedalaman pemotongan akan semakin besar (bisa diperbesar) karena apabila jenis benda kerja dan kedalaman tidak sesuai maka pahat bisa patah.









4.3 PEMBAHASAN
PEMBAHASAN UMUM
Faktor-Faktor Penyebab Dari Keausan dan Kerusakan Pahat
 Material pahat
Pahat yang berbahan material keras dapat mengurangi keausan dan kerusakan akibat gesekan atau pemakanan terhadap benda kerja. Sedangkan pahat yang berbahan lunak dapat cepat aus dan rusak.
 Material benda kerja
Bahan dari benda kerja harus diimbangi dengan material dari pahat. Karena, jika benda kerja lebih keras dari pahat maka hal ini akan menyebabkan pahat cepat aus dan rusak.
 Kedalaman pemotongan
Apabila pahat selalu digunakan untuk pemakanan yang terlalu dalam dan besar, maka umur pahat tidak akan lama. Hal ini disebabkan karena pahat mengalami gesekan yang sangat besar dengan permukaan benda kerja sehingga mengakibatkan ketumpulan atau keretakan pada pahat.
 Penggunaan fluida pendingin
Fluida pendingin berfungsi mengurangi panas yang timbul akibat gesekan antara benda kerja dan pahat. Dengan demikian, akan menekan aus pada pahat sehingga meminimalis kerusakan pada pahat. Oleh karena itu, fluida pendingin amat penting dalam pengerjaan permesinan.

B. PEMBAHASAN KHUSUS
 Asutan (F) Vs Kecepatan Potong (Vc)
Asutan dapat dihubungkan dengan kecepatan potong jika dilihat dari hubungan keduanya dengan jumlah putaran sumbu utama (S). kecepatan potong berbanding lurus dengan putaran sumbu utama, dimana makin besar kecepatan potong maka makin besar pula putaran sumbu utama. Sedangkan putaran sumbu utama besar maka asutan yang diberikan akan kecil. Sehingga dapat dihubungkan menjadi kecepatan potong besar maka asutan kecil. Jadi hubungan antara asutan dan kecepatan potong adalah berbanding terbalik.
 Asutan (F) Vs Waktu (T)
Jika hanya berfokus pada asutan dan waktu, dapat dianalisakan bahwa bila asutan besar maka waktu yang digunakan dalam pengerjaan benda kerja itu singkat. Karena asutan dipengruhi oleh panjang dan waktu. Namun, jika asutan besar maka benda kerja yang dihasilkan akan kasar, karena ada beberapa titik yang tidak termakan sempurna. Oleh karena itu, asutan yang besar menghasilkan benda kerja /produk dalam waktu cepat tapi berkualitas kasar.
 Asutan (F) Vs Kualitas Benda Kerja
Untuk memperoleh benda kerja yang halus, lebih baik menggunakan asutan yang kecil agar pemakanan yang dilakukan oleh pahat dapat dilayani dengan sempurna. Bila menggunakan asutan besar, produk yang dihasilkan akan kasar. Karena, ada beberapa titik yang tidak dilayani pahat selama melakukan pemakanan. Jadi, kualitas benda kerja akan baik jika asutan yang diberikan kecil.
 Asutan (F) Vs Dalamnya Pemotongan (t)
Asutan adalah besarnya perpindahan pahat pada setiap putaran terhadap benda kerja. Dimana semakin besar kedalaman pemotongan, maka asutan yang diberikan pada benda kerja akan semakin kecil. Ini berarti bahwa jika asutan semakin besar maka kedalaman pemotongan akan semakin kecil. 
read more...

cnc Tu 2A (pembahasan umum)

B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Hubungan Kecepatan Potong (Vs) dengan Asutan (F)
Dalam hubungannya dengan hasil akhir benda kerja maka untuk mendapatkan permukaan yang halus, kecepatan potongnya harus besar dan asutannya harus kecil. Sedang jika kecepatan potong dan asutan besar akan memungkinkan permukaan menjadi kasar dan terjadi kerusakan pada pahat. Hal ini menunjukkan bahwa antara Kecepatan Potong (Vs) dengan Asutan (F) saling berbanding terbalik.
  Hubungan Kecepatan Potong (Vs) dengan Kecepatan Putaran Sumbu (S)
Dari rumus :  
Maka semakin besar kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin besar pula dan sebaliknya semakin kecil kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja maka menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin kecil. Dengan kata lain antara kecepatan potong (Vs) dan kecepatan putaran sumbu utama (S) berbanding lurus. 
  Hubungan Asutan (F) dengan Kecepatan Putaran Sumbu (S) 
Dari grafik hubungan Asutan (F) dengan Kecepatan Putaran Sumbu (S), terdapat dua jenis asutan yaitu dalam mm/putaran dan dalam mm/menit. Bila kita meninjau asutan dalam mm/putaran, semakin besar asutan (mm/putaran), maka semakin kecil pula jumlah kecepatan putaran sumbu utama. Dan bila kita meninjau asutan dalam mm/menit, asutan dalam mm/putaran akan semakin besar demikian pula kecepatan putaran sumbunya juga akan besar.  




4. 3. PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN UMUM
  Hal-hal yang Mempengaruhi Perbedaan Rancangan dan BK
Dalam membuat suatu BK atau produk, terkadang terdapat beberapa perbedaan antara gambar rancangan dan hasil BK yang dapat disebabkan oleh :  
1. Jenis Pahat yang digunakan
Jenis pahat yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis pengerjaannya. Pemilihan pahat yang tidak sesuai dapat mengakibatkan kesalahan pada hasil akhir benda kerja. Pada saat mengerjakan benda kerja, digunakan 1 jenis pahat saja yaitu pahat tepi kiri. Semestinya untuk BK ini, digunakan 2 jenis pahat yaitu Pahat Sisi Kiri dan Pahat Sisi Kanan.
2. Ketelitian Kertas Grafik
Kertas grafik yang digunakan dalam membuat rancangan, tidak dapat dipercaya dengan pasti tingkat ketelitiannya. Karenanya terdapat perbedaan antara gambar rancangan dan hasil BK. Dalam membuat rancangan BK sebaiknya digunakan kertas grafik standar ISO.
3. Kesalahan Pemberian Perintah
Pada BK terdapat bagian yang pengerjaannya seperti hasil pembubutan ulir. Hal ini terjadi karena kesalahan dalam menentukan jenis program. Pada program yang dibuat (inkremental dan absolut) digunakan perintah G 00 dimana pahat menyentuh benda kerja dalam pergerakan cepat. Posisi pahat yang demikian mengakibatkan terjadinya bentuk ulir pada benda kerja yang sebenarnya tidak terdapat bentuk ulir melainkan permukaan yang rata. 
Seharusnya perintah G 00 pada program diganti menggunakan Perintah G 01 sbb :
 Untuk Absolut (N 50)
G 00 : Gerakan Cepat 
  X : 2000 Z : -5350
Menjadi
G 01 : Interpolasi Lurus
  X : 2000 Z : -5350
 Untuk Inkremental (N 44)
G 00 : Gerakan Cepat
  X : 00 Z : -550
Menjadi
G 01 : Interpolasi Lurus
  X : 00 Z : -550
4. Kesalahan Program
Kesalahan dalam pemberian tanda plus (+) dan tanda (-) :
 Untuk Absolut : Tanda (+) dan (-) hanya terdapat untuk nilai pada sumbu Z
 Untuk Inkremental : Tanda (+) dan (-) terdapat untuk nilai pada sumbu X dan sumbu Z
Ini berarti Alarm (Fungsi A) tidak dapat membaca kesalahan dalam pemberian tanda (+) ataupun (-) hanya dapat mendeteksi kesalahan nilai Sumbu X dan sumbu Z karena adanya batas nilai tertentu pada setiap jenis alarm.




B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Pemilihan Putaran Pada Mesin CNC TU-2A
Pemilihan putaran pada Mesin CNC TU-2A pada dasarnya berhubungan dengan sabuk penggerak PULLEY. Pada sabuk penggerak PULLEY, terdapat 3 bagian utama :
a) Pulley A : Terhubung dengan motor penggerak
b) Pulley B : Merupakan Pulley antara
c) Pulley C : Terhubung dengan spindel
Dalam hubungannya dengan putaran sumbu pada mesin CNC TU-2A dapat digunakan dua jenis hubungan Pulley yaitu :
1) Aturan BC
BC merupakan hubungan antara pulley A ke B dan Pulley B ke C. Dalam aturan Pulley BC, digunakan pulley antara (pulley B). Dimana pada aturan BC ini sambungan A ke B tidak dapat di ubah yang diatur hanyalah posisi sabuk pada Pulley B ke C apakah dalam posisi BC1, BC2, BC3. 
Hubungan pulley BC digunakan bila kita menginginkan kecepatan putaran yang rendah.
2) Aturan AC
AC merupakan hubungan antara pulley A ke pulley C, tanpa menggunakan pulley B (pulley antara). Dimana Spindel dihubungkan langsung ke motor. Pengaturan kecepatan diatur berdasarkan peletakan Sabuk pada posisi AC1, AC2, AC3 yang memiliki kecepatan putaran berbeda. 


Pada Grafik, terlihat 2 daerah yaitu :
 Daerah Daya guna Optimal (daerah berwarna)
 Daerah kritis (daerah terarsir) dimana jika digunakan kecepatan pada daerah ini, dapat merusak sabuk pada pulley
Pada Grafik dapat dilihat 6 Hubungan pemilihan tingkat kecepatan. 
1. Tingkat BC 1
 Daya Guna Optimal : 
 Diatas 117 (putaran/menit) dan dibawah 244 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 47 (putaran/menit) – 117 (putaran/menit)
 244 (putaran/menit) – 315 (putaran/menit)
2. Tingkat BC 2
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
3. Tingkat BC 3
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
4. Tingkat AC 1
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
5. Tingkat AC 2
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
6. Tingkat AC 3
 Daya Guna Optimal :
 Diatas 180 (putaran/menit) dan dibawah 370 (putaran/menit)
 Daya Kritis :
 72 (putaran/menit) – 180 (putaran/menit)
 370 (putaran/menit) – 482 (putaran/menit)
Selain itu, pemilihan putaran juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :
1. Bahan benda kerja yang harus disesuaikan dengan putaran spindelnya. Dimana untuk bahan dengan kekerasan tinggi, putaran spindel harus kecil (contoh ST 37) dan untuk benda kerja dengan kekerasan yang kurang, dapat digunakan putaran spindel yang besar. 
2. Jenis pengerjaan, untuk pengerjaan halus digunakan kecepatan spindel tinggi, kecepatan pemotongan yang besar dengan asutan yang kecil.
3. Kedalaman Pemotongan, untuk kedalaman pemotongan yang tinggi digunakan kecepatan putaran sindel yang kecil, sedang untuk kedalaman pemotongan yang kecil, putaran spindel dapat dipercepat. Hal ini bertujuan untuk menghindari keausan pada pahat.




















B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Pelayanan Pita Kaset
  1. Pemindahan Program dari memori mesin ke pita kaset :
  Menekan tombol  sampai terlihat fungsi G menyala lalu tekan tombol Del.
  Memasukkan perintah G65 lalu menekan INP maka akan muncul penunjukkan C (C=pelayanan pita kaset).
  Menekan tombol FWD.
  Memasukkan nomor program, urutan angka-angkanya sesuai keinginan.
  Menekan tombol INP maka pemindahan/pemuatan dimulai.
 Mencari ruang bebas dalam pita, jika dalam pita tidak terdapat data maka pita akan berputar maju + 4 detik dan membalik + 2 detik.
 Pelayanan pemindahan perekaman, maka pembacaan digital akan terlihat SA.
 Pada akhir pelayanan pemindahan, pita berputar balik ke awal pitanya.
 Program yang telah dimuat kemudian dicheck.
  Setelah pengecekan pita berputar balik dan sajian menunjukkan 00 maka pada layar muncul program tersimpan.
2. Pemindahan program dari pita kaset kememori mesin
  Menekan tombol  sampai terlihat fungsi G menyala lalu menekan tombol DEL
  Memasukkan perintah G 65 lalu tekan INPUT sampai muncul penunjukan C
  Menekan tombol INPUT 
  Memasukkan nomor program 
  Menekan tombol INPUT 
 Maka nomor program yang telah dimasukkan akan dicari
 Setelah ditemukan maka pelayanan pemuatan dimulai sehingga akan terlihat LO
 Setelah pemuatan pita akan berputar balik lalu sajian menunjukkkan 00 maka pada layar muncul nomor program tersimpan
  Jika menekan tombol START, program mulai jalan
3. Cara menghapus Pita Kaset
  Memasukkan perintah G 65 
  Menekan tombol INPUT
  Menekan tombol  + DEL secara bersamaan.













4. 3. PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN UMUM
  Jenis-jenis kepala lepas
Kepala lepas merupakan bagian dari mesin bubut yang letaknya disebelah kanan dan dipasang di atas alas mesin berguna untuk tempat memikul ujung benda kerja, tempat pemasangan senter atau bor. Dilihat dari fungsinya kepala lepas dapat dibedakan sebagai :
 Kepala lepas dengan Senter Mati
Jenis kepala lepas ini hanya dapat digunakan sebagai penumpu benda kerja pada saat pengerjaan,dapat digunakan untuk memasang bor karena senter yang ditempatkan pada kepala lepas tidak dapat dilepaskan.Senter mati ini tidak ikut berputar dengan benda kerja pada saat pengerjaan. 
 Kepala lepas dengan Senter Hidup
Jenis kepala lepas ini multi fungsi, dapat digunakan sebagai tempat untuk memasang senter,ataupun untuk menumpu benda kerja pada saat pengerjaan. Pada kepala lepas ini senternya dapat dilepaskan karena itu dapat digunakan untuk berbagai fungsi.Senter hidup atau senter berjalan ini pada saat pengerjaan ikut berputar dengan benda kerja 






B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Grafik Hubungan F (asutan), Diameter Benda Kerja (d) dan Vs 
( kecepatan potong)
Asutan (F) adalah jumlah putaran pada sumbu utama. Satuannya adalah putaran/menit. Untuk mendapatkan jumlah putaran dalam pengerjaan benda kerja, diperlukan dua komponen utama yang harus diketahui yaitu :
1. Diameter Benda Kerja
2. Kecepatan potong yang dianjurkan
Dari grafik dapat dikatakan bahwa pada kecepatan potong yang sama, semakin besat diameter benda kerja maka jumlah putaran yang terjadi semakin berkurang. Namun, bila diasumsikan diameter benda kerja sama maka semakin besar kecepatan potong yang dianjurkan semakin besar pula putaran yang terjadi setiap menitnya. Hal di atas menyatakan bahwa asutan yang terjadi berbanding terbalik dengan diameter benda kerja pada kecepatan potong yang sama, sedangkan pada diameter benda kerja yang sama asutan yang terjadi berbanding lurus dengan kecepatan potong yang dianjurkan.









B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Nilai  
Nilai 1000 pada persamaan di atas digunakan untuk menyamakan satuan pada ruas kiri dan ruas kanan. Dimana satuan pada ruas kiri adalah m/menit sedang pada ruas kanan mm.put/menit. Untuk itu dilakukan konversi dari satuan mm ke satuan m untuk mendapatkan hasil dalam m.
Dimana 
  1 mm =  


















4. 3. PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN UMUM
  Jenis-jenis Mesin CNC
1. Mesin CNC Plasma
Mesin CNC pemotong plasma menggunakan kendali numeric, untuk mengatur senter pemotong plasma. Plasma dihasilkan dengan melewatkan gas melalui suatu busur listrik. Gas ini diionisasikan oleh busur dengan temperature sangat tinggi. Pemotong busur diproduksi yang mana dibolehkan untuk memotong logam besi dan bukan logam besi. Mesin Tri plasma secara tepat akan memotong halus, akibat dari lempengan plasma. (Gambar A)
2. Mesin CNC Pembentuk Pegas
Membuat pegas dengan memotong plasma dengan menggulung plat atau baja pegas menjadi potongan atau bagian-bagian kompleks melalui penggunaan cetakan. Cetakan ini dipastikan oleh kontrol numeris dan dapat diprogram untuk bagian yang berbeda dan ukuran pegas. Mesin ini dapat secara otomatis memproduksi ribuan pegas tiap jam. (Gambar B)
3. Mesin CNC Laser Pemotong
Mesin-mesin pekerjaan plat dilengkapi dengan alat pemotong laser. Mesin semacam itu disebut pusat pengerjaan plat terpadu dimana produk-produk dengan pengerjaan pemisahan dan pembentukan menghasilkan bentuk yang pasti. Sangat mirip dengan pemotong plasma, mesin CNC laser menggunakan lampu koheren sebagai pemotong. (Gambar C)
4. Mesin CNC Punch Pres
Mesin ini umumnya digunakan untuk membuat plat. Plat yang dihasilkan memiliki dimensi yang besar dengan pekerjaan pemisahan dan pembentukan menghasilkan bentuk yang pasti. 
5. Mesin Variabel Center (Mesin bubut lima poros)
Mesin ini memiliki lima poros atau sumbu. Dilengkapi dengan dua buah piranti eretan sehingga dapat mengerjakan benda kerjanya pada dua posisi sekaligus. Kedua piranti eretan itu dapat dikendalikan, jadi tidak tergantung satu sama lain.
6. Mesin CNC Pelubang.
Mesin pelubang CNC dimana pekerjaan melubang dan “ Menggigit” dapat dilakukan, dilegkapi dengan pengendali gerak. eja itu harus dibuat sehingga dapat menggigit bentuk-bentuk keliling atau kontur dalam arah x dan y memanjang maupun melingkar. Menggigit adalah teknik melubangi dimana plat itu digeser antara dua pukulan pelubang melalui jarak yang kecil. Pada penggigitan kita memilih besar langkah yang minimal sama dngan tebalnya plat itu.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN :
1. Mesin CNC Plasma 
Kelebihan :
a. Dapat memotong halus secara tepat.
b. Dilengkapi dengan senter pemotong plasma.
Kekurangan:
a. Menggunakan biaya pengerjaan yang besar.karena menggunakan gas yang melalui suatu busur listrik untuk menghasilkan plasma.
b. Hanya digunakan untuk memotong.
 
2. Mesin CNC pembentuk pegas.
Kelebihan:
a. Dapat memproduksi ribuan pegas tiap jam.
b. Dapat memproduksi pegas dengan teliti.
Kekurangan : Khusus digunakan untuk pembuatan pegas.
3. Mesin CNC Laser pemotong.
Kelebihan :
a. Dilegkapi dengan alat pemotong laser.
b. Merupakan pusat pengerjaan plat terpadu dimana produk produk dengan pengerjaan pemisahan dan pembentukan menghasilkan bentuk yang pasti.
Kekurangan : Hanya digunakan dalam pengerjaan pemotongan.
4. Mesin CNC Punch Press
Kelebihan : Plat yang dihasilkan memiliki dimensi yang besar.
Kekurangan: Hanya diguankan untuk pembentukan plat.
5. Mesin Variabel Center.
Kelebihan :
a. Dilengkapi dengan dua buah piranti eretan.
b. Dapat mengerjakan benda kerja pada dua posisi sekaligus.
Kekurangan :Harganya relative mahal.
6. Mesin CNC Pelubang
Kelebihan:
a. Dapat melakukan kegiata meluba dan menggigit.
b. Dilengkapi dengan pengendali gerak.
c. Dapat menggigit bentuk bentuk keliling atau kontur dalam arah x dan y memanjang maupun melingkar.
Kekurangan: Khusus untuk kegiatan melubang.





















B. PEMBAHASAN KHUSUS
 Grafik hubungan S ( Jumlah putaran ), diameter benda kerja dan kecepatan potong (Vs) adalah banyaknya putaran spindel yang terjadi tiap menit. satuannya putaran/ menit.untuk mendapatkan jumlah putaran dalam pengerjaan benda kerja, diperlukan dua komponen utama yang harus diketahui yaitu:
1. Diameter BK
2. Kecepatan potong yang dianjurkan. Kecepatan potong yang dianjurkan adalah jarak yang ditempuh oleh pahat oleh pahat setiap satuan waktu.
Dari grafik dapat dikatakan bahwa :
 Pada kecepatan potong yang sama ( Vs), semakin besar diameter BK ( d ) maka jumlah putaran yang terjadi semakin berkurang. Hal ini dikarenakan saat pengerjaan BK, diameter yang besar memaksa jumlah putaran yang banyak mengakibatkan permukaan BK kasar sehingga putaran yang terjadi harus diminimalkan agar permukaan BK mengalami pemakanan perlahan-lahan yang mengakibatkabn hasil dari permukaan BK menjadi halus. Hubungan diatas menyatakan bahwa putaran yang terjadi berbanding terbalik dengan diameter BK pada kecepatan potong yang sama.
 Pada diameter yang sama, semakin besar kecepatan potong yang dianjurkan semakin banyak pula putaran yang terjadi setiap menitnya. Hal ini dikarenakan diameter BK merupakan variable yang dapat diubah –ubah dalam aartian bila diameter konstan, maka kecepatan potong diperbesar sehingga putaran yang dihasilkan juga bertambah karena geram-geramnya kecil. Ini tejadi agar pemakanan yang terjadi lebih maksimal dan lebih baik dengan penyelesaian permukaan yang halus. Hubungan diatas menyatakan bahwa diameter yang sama, kecepatan potong berbanding lurus dengan yang terjadi.
 Pada jumlah putaran yang konstan kecepatan potong yang terjadi semakin besar maka diameter BK juga bertambah. Hal ini dikarenakan bila jumlah putaran yang sama dan kecepatan potong diperbesar akan menghasilkan geram-geram yang besar pula maka pemakanan yang terjadi tidak efektif sehingga diameter BK perlu diperbesar agar pemakanannya halus dan hasil benda kerjanya baik. Hubungan diatas menyatakan bahwa pada jumlah putaran yang konstan, kecepatan potong berbanding lurus dengan diameter BK.  













5. 3. PEMBAHASAN
6. 3. 
PEMBAHASAN UMUM

Cara pembuatan roda gigi .
   
  Pembuatan roda gigi lurus pada mesin dapat dilakukan dengan mempergunakan alat-alat potong:
a.pisau frais pemotong gigi (gear cutter)
b.Dengan end mill (pitch yang kasar)
   
  Pelaksanaan pembuatan roda gigi dilakukan dengan beberapa alat bantu yakni berupa kepala pembagi dan senter kepala lepas .Dalam hal ini benda kerja dipasang antara senter kepala pembagi dan senter kepala lepas,dengan bantalan madrill (poros pembantu)dan pembawa ,dalamnya pemotongan sama dengan tinggi tatal dari gigi.  
 











PEMBAHASAN KHUSUS
  Hubungan Kecepatan Potong (Vs) dengan Kecepatan Putaran Sumbu (S)
Dari rumus :  
Maka semakin besar kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin besar pula dan sebaliknya semakin kecil kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja maka menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin kecil. Dengan kata lain antara kecepatan potong (Vs) dan kecepatan putaran sumbu utama (S) berbanding lurus.
 
  Nilai  
Nilai 1000 pada persamaan di atas digunakan untuk menyamakan satuan pada ruas kiri dan ruas kanan. Dimana satuan pada ruas kiri adalah m/menit sedang pada ruas kanan mm.put/menit. Untuk itu dilakukan konversi dari satuan mm ke satuan m untuk mendapatkan hasil dalam m.
Dimana , 1 mm =  

  Hubungan F (mm/menit) dengan F (mm/putaran)
  Konversi:
F (mm/menit) = S (putaran /menit) x F (mm/putaran)
Jadi semakin besar asutan F(mm/menit) maka asutan F(mm/putaran) jadi kecil dan begitu juga sebaliknya, dimana asutan F (mm/menit) berbanding terbalik dengan asutan F (mm/putaran) dan S (putaran/menit).  
B. PEMBAHASAN KHUSUS
  Hubungan kecepatan potong Vs (m/menit) dengan asutan F (mm/menit). Dalam hubungan hasil akhir benda kerja, maka untuk mendapatkan benda kerja yang halus kecepatan ptong harus besar dan asutannya harus kecil. Sedang jika kecepatan potong dan asutan besar akan memungkinkan permukaan menjadi kasar dan terjadi kerusakan pada pahat. Jadi hal ini menunjukkan antara kecepatan potong dengan asutan berbanding terbalik. Faktor yang mempengaruhi hubungan kecepatan potong dengan asutan yaitu:
- Keliling penampang benda kerja.
Bahwa semakin besar benda kerja maka semakin besar pula keliling dari benda kerja tersebut. Jadi untuk mendapatkan permukaan benda kerja yang halus, maka kecepatan potongnya harus besar. Dan asutannya harus kecil.
  Hubungan Vs (kecepatan potong) dengan S (kecepatan sumbu utama)
Dari rumus :  
Maka semakin besar kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin besar pula dan sebaliknya semakin kecil kecepatan potong (Vs) pahat terhadap benda kerja maka menimbulkan kecepatan putaran sumbu utama (S) semakin kecil. Dengan kata lain antara kecepatan potong (Vs) dan kecepatan putaran sumbu utama (S) berbanding lurus.
   
  Hubungan asutan F (mm/mnt) dengan kecepatan putaran sumbu utama S (rpm).
F ( mm/men) = S (put/men) x F (mm/put)
Maka semakin besar asutan menimbulkan kecepatan putaran sumbu semakin besar pula dan sebaliknya makin kecil asutan , maka menimbulkan kecepatan putaran sumbu semakin kecil pula. Dengank ata lain antara asutan dengan kecepatan putaran sumbu utama berbandign lurus. 
read more...

cnc TU 2A (pembahasan khusus)

Pembahasan Khusus 

• Kecepatan Asutan
 Hubungan antara jumlah putaran sumbu utama dengan besarnya asutan adalah berbanding terbalik, apabila asutannya kecil maka jumlah putaran sunbu utama besar. Sebaliknya jika jumlah asutannya besar maka jumlah putaran sumbu utama kecil. Asutan yang besar menghasilkan benda kerja yang kasar serta mata pahat akan cepat aus akibatnya umur pahat lebih singkat. Dan apabila asutannya keci, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan benda kerja lama akan tetapi permukaan benda kerja yang dihasilkan lebih halus dan umur pahat lebih panjang.
Contohnya :
Jika jumlah putaran sumbu utama yang kita perlukan adalah 1390 putaran/menit, pada kecepatan 40 mm/menit maka 0,028 mm. Hal ini berate bahwa dalam satu menit untuk menghasilkan 1390 putaran sumbu utama, maka pahat harus menyayat benda kerja sepanjang 0,028 mm dalam tiap putaran sumbu utama. Dan ini akan diperolah jika kecepatan pahat saat menyayat benda kerja yaitu 40 mm/menit. Gerakan pahat pada saat mulai menyayat benda kerja yang berputar perlahan-lahan dan benda kerja tersayat sepanjang 0,028 mm pada saat putaran pertama dan 0,028 mm tiap putaran berikutnya sampai diperoleh jumlah putaran 1390, sedang pahat ini menyayat benda kerja dengan kecepatan 40mm dalam tiap menit.

• Sabuk Penggerak Pulley
Enam tingkat transmisi penggerak pulley memungkinkan berbagai pengaturan putaran sumbu utama. Penggerak untuk jenjang putaran BC1, BC2, BC3 (dari pulley antara menuju sumbu utama).

1. Sabuk pulley A (motor), sabuk pulley B (pulley antara), sabuk A ke B adalah tetap dan tidak dapat berubah.
2. Sabuk pulley B ke pulley C (sumbu utama). Sabuk diatur dalam posisi BC1, BC2, BC3.
Pada grafik di bawah menunjukkan hubungan antara putaran motor dengan puitaran spindel. Dalam satu kali poros transmisi pada motor berputar maka sudah mampu menghasilkan beberapa kali putaran pada spindel. Contohnya dalam grafik terdapat kode sabuk BC1, yang artinya apabilaporos transmisi bergerak sebanyak 47 kali maka sudah mampu menghasilkan 117 kali putaran spindel. Jadi besarnya jumlah putaran motor yang dimana putaran motor dihantarkan oleh pulley, dan posisi sabuk pada grafik berpengaruh juga pada besarnya tenaga optimal yang dipakai oleh penggerak motor. 
Dari gambar grafik jumlah putaran vs posisi sabuk dapat diketahui putaran minimal dan maksimal yang dapat dihasilkan dari setiap posisi sabuk. Selain itu, dapat diketahui batas ukuran putaran yang dugunakan untuk pemotongaj kasar dan pemakanan halus dari setiap posisi sabuk.
Misalnya untuk posisi sabuk BC1. juimlah putaran ini minimal yang dihasilkan yaitu 47 Rpm dan putaran maksimal yang dihasilkan menxapai 315 rpm. Jadi, untuk posisi sabuk BC1 tidak dapat lagi menghasilkan putaran diatas 315 rpm.
Sedangkan untuk pemakanan kasarnya dapat diperoleh pada tingkat putran 47-117 rpm dan tingkat putaran 244-315 rpm. Selain pemakanan kasar, pemakanan haluspun dapat diperoleh pada tingakat 117-244 rpm. Karena itu pemakanan halus pada sabuk BC1 berada diantara 2 tingkatputaran pemakanan kasar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik bahwa daerah yang diarsir merupakan tingkat pemakanan kasar, sedangkan tingkat pemakanan halus yaitu daerah yang tidak diarsir dan tetap berada di tengah atau diantara 2 arsiran tadi.
Jadi unatuk posisi sabuk yang lain dapat diketahui dengan jelas jumlah putaran minimal dan maksimalnya, pemakanan kasar dan halusnya dengan melihat langsung grafik jumlah putaran vs posisi sabuk seperti yang telah dijelaskan pada posisi sabuk BC1.  

• Kecepatan Potong
Dari grfik tersebut, terlihat ada tiga bagian/komponen yang saling mempengaruhi satu sama lainnya. Komponen-komponen tersebut adalah diameter benda kerja (mm), jumlah putaran (put/menit) dan kecepatan potong (mm/menit). Grafik ini sudah di desain oleh pembuat mesin CNC TU-2A untuk memudahkan pengerjaan suatu benda kerja, shingga dengan menggunakan grafik tersebut kita akan mendapat hasil meksimal. 
Pada grafik telah ditunjukkan berapa besar diameter benda kerja yang digunakan dan jumlah putaran yang harus digunakan sehingga dapat menghasilkan kecepatan potong ideal.
Sebagai contoh pada grafik ditunjukkan bahwa pada saat kita menggunakan diameter benda kerja sebesar 40 mm dan jumlah putaran 200 rpm, kita akan dapatkan kecepatan potong sebesar 150 mm/menit.
Sesuai dengan benda kerja yang digunakan yaitu 36 mm dengan jumlah putarann 1390 putaran / menit maka kecepatan potongnya 157,12 m/menit. 
Grafik tersebut sangat memudahkan kita dalam melihat kecepatan potong yang ada. Sebenarnya ada rumus yang digunakan untuk mendapatkan kecepatan potong tetapi pembuat mesin memudahkan program mesin karena untuk mempercepat proses pengerjaan yang ada.
Dari grafik diketahui juga, jika kita menggunakan diameter benda kerja semakin besar dengan jumlah putaran semakin besar maka akan menghasilkan kecepatan putar yang besar pula dan sebaliknya.
Grafik tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung porses pengerjaan yang baik dan pahat akan bekerja ideal sehingga tidak akan melakukan pemakanan yang terlalu dalam atau rendah yang akhirnya berakibat pada proses atau hasil akhir yang didapat pada benda kerja. 
read more...

pemprograman komputer 3

Harddisk


A. Pengertian

Harddisk merupakan salah satu piranti yang tidak terpisahkan dalam sistem komputer masa kini. Mulai dari komputer personal hingga mesin sekelas mainframe dan superkomputer menggunakan piranti harddisk sebagai media penyimpanan datanya.
Dalam tingkatan yang paling sederhana, harddisk tidak seberapa berbeda dengan kaset pada tape. Keduanya sama-sama menggunakan teknik perekaman secara magnetik dan memanfaatkan keunggulan media perekaman tersebut dimana data yang tersimpan didalamnya dapat dirubah atau dihapus sewaktu-waktu. Hard disk memiliki sebuah cakram keras (hard platter) yang mengandung media magnetik, sebagai kebalikan dari lembaran film plastik pada floppy disk dan tape.


B. Sejarah Perkembangan Harddisk

Hard Disk Drive (HDD) pertama kali dibuat dan diproduksi oleh IBM company pada tahun 1956 yang selanjutnya dikenal sebagai HDD generasi pertama. HDD berlabel RAMAC 305 ini mempunyai kapasitas 5 Mega Bits (MB) atau 5.000.000 bits. Artinya RAMAC 305 hanya bisa menyimpan 5 juta informasi. Pada tahun 2004, Toshiba company mengeluarkan hard disk drive berlabel HDD-0.85 inchi. HDD yang berukuran kurang dari 1 inchi ini mempunyai kapasitas 4 Giga Bits (GB) atau 4 milyar bits, dan menjadi HDD terkecil di dunia.

   
   
Perkembangan Harddisk Tahun 1956, 1984, 1990, dan 2004
C. Komponen Penyusun Harddisk

Secara umum, komponen-komponen pokok yang menyusun sebuah hard disk terdiri dari:
• Platter: Piringan, biasanya dibuat dari alumunium yang dilapisi dengan bahan magenetik. Pada permukaan platter inilah data pada hard disk disimpan. Sebuah had disk bisa memiliki beberapa buah platter yang bekerja simultan.
• Lengan pembaca: Komponen ini menyangga head yang berfungsi untuk membaca/menulis pada permukaan platter. Lengan ini dikontrol melalui sebuah mekanisme yang digerakkan oleh sebuah motor-linear. Mekanisme ini bergerak dengan kecepatan dan presisi yang sangat tinggi. Lengan pembaca pada kebanyakan hard disk saat ini mampu bergerak dari pusat hingga pinggir platter, dan kemudian kembali ke pusat sebanyak 50 kali sedetik.
 
Penampang Harddisk

D. Kapasitas Harddisk
Kapasitas hard disk adalah salah satu spesifikasi komputer yang menentukan mahal atau murahnya komputer. Bisanya dalam satu HDD terdapat beberapa lempeng platter atau hard disk yang menunjukkan total kapasitas hard disk komputer. Dalam dunia ilmiah, kapasitas hard disk biasanya ditulis dalam satuan density (kerapatan) kapasitas hard disk yang disingkat BPSI (Bits per square inch) atau jumlah bit tiap 1 inchi persegi. Hal ini untuk memudahkan para penggiat teknologi di bidang hard disk dalam mengidentifikasi perkembangan kapasitas hard disk.
Secara umum perkembangan teknologi pada hard disk ada dua hal, yaitu ukuran yang semakin kecil dan kapasitas hard disk yang semakin besar. Jika dibandingkan dengan yang lainnya, perkembangan teknologi hard disk sangat cepat, salah satu parameternya adalah kapasitasnya yang meningkat secara eksponensial (lihat gambar 4). Pada tahun 2004, kapasitas hard disk di pasaran menembus angka 70 GB/square-inch (D. Weller, IEEE lecture at Nagoya University, 2004). Artinya 140 GB atau 140 milyar informasi bisa disimpan dalam 1 lempeng (platter) hard disk yang mempunyai luas 2 inchi persegi. Dari kapasitas tersebut berhasil diproduksi HDD berkapasitas beberapa ratus GB. Karena biasanya dalam satu HDD terdiri dari beberapa lempeng hard disk. Dan angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan perkembangan teknologi di bidang hard disk. Penigkatan kapasitas hard disk berlipat dua setiap dalam rentan 1 tahun. Dengan semakin banyaknya hard disk berkapasitas besar di pasaran, biaya untuk sebuah HDD akan semakin turun.

E. Penyimpanan Data Harddisk
Data tersimpan di dalam hard disk dalam bentuk file. Sebuah file adalah sebutan untuk sekumpulan byte. File bisa berisi sederetan karakter atau kode ASCII yang membentuk sebuah dokumen, atau bisa juga berupa rangkaian instruksi untuk software aplikasi untuk dijalankan oleh komputer. Ringkasnya, Tidak peduli, apapun isinya, file adalah rangkaian pola-pola byte. Saat sebuah program dijalankan atas perintah komputer, hard disk akan membaca rangkaian byte itu dan mengirimkannya ke CPU.

Pembagian sektor dan track
Permukaan platter menyimpan data dalam sector dan track. Kalau dilukiskan, track membentuk lingkaran-lingkaran kosentris sepanjang permukaan platter. Setiap track akan dibagi lagi menjadi beberapa sektor.
Sector dan track dibentuk melalui proses yang disebut low level format, dimana titik awal dan akhir dari setiap sector dituliskan pada platter. Proses ini mempersiapkan sebuah hard disk untuk menyimpan blok-blok byte. Setelah itu, proses high level format akan menuliskan strutur penyimpanan file, seperti file-allocation table (FAT) pada sector. Proses ini mempersiapkan hard disk untuk menyimpan file.

F. Teknologi Harddisk
Kapasitas hard disk (dalam Bits/inchi-persegi) sangat tergantung pada ukuran bit. Contoh, untuk memproduksi hard disk berkapasitas 250 GB/inchi-persegi, diperlukan bit dengan ukuran kurang lebih 50 nanometer. Artinya, peningkatan kapasitas hard disk bisa didapat dengan memperkecil ukuran bit. 

Prinsip utama sebuah hard disk mirip dengan yang digunakan pada sebuah perekam tape atau video. Sebuah hard disk menyimpan data digital sebagai titik magnetik pada permukaan sebuah disk yang disebut bit. Sebuah bit (dimana data akan dikomposisikan sebagai bit) menyatakan nilai 0 saat disk dimagnetisasi pada satu arah, dan bernilai 1 bila arahnya berlawanan. Jadi perubahan arah magnetic pada setiap bit akan diterjemahkan sebagai kombinasi 0 dan 1. Satu bit akan menyimpan satu informasi dalam bentuk angka biner kombinasi 1 dan 0.

Informasi (kombinasi angka biner 0 atau 1) berasal dari orientasi arah magnetic pada setiap bit. Perubahan (fluktuasi) arah magnetic pada bit akan menimbukan perubahan informasi. Agar informasi yang tersimpan tetap terjaga secara permanen dan hanya bisa berubah kalau dibaca atau dihapus, maka tidak boleh ada fluktuasi arah magnetic (magnetic orientation) pada bit dengan sendirinya. Untuk itu, secara fisika 1 bit harus terdiri dari puluhan bulir magnetic atau magnetic grain, dimana dari beberapa magnetic grain tersebut akan muncul resultant magnetic orientation pada satu arah tertentu. Jadi untuk memperkecil ukuran bit dengan tetap menjaga jumlah magnetic grain dalam satu bit, kapasitas hard disk besar hanya bisa didapat dengan memperkecil ukuran magnetic grain pada material hard disk. 

Hard disk yang beredar di pasaran saat ini terbuat dari material seperti Co-based material, Fe-based material, dan Pt-based material, yang mempunyai magnetic grain berukuran kisaran 20 ツィC 30 nanometer. Untuk mendapatkan hard disk dengan kapasitas 1 TeraBits/inchi-persegi atau 1,000,000,000,000 informasi di setiap 1 inchi-persegi, dibutuhkan bit berukuran kurang dari 20 nanometer. Dan ini hanya bisa diperoleh dari material yang mempunyai magnetic grain berukuran kurang dari 3 nanometer. 

Tapi masalah terbesar adalah menyangkut pada titik yang disebut batas super-paramagnetik, dimana jika ukuran magnetic grain sangat kecil fluktuasi termodinamik pada setiap magnetic grain dapat berakibat berfluktuasinya magnetic orientation pada bit dan menyebabkan data akan berubah atau hilang dengan sendirinya. Meskipun begitu, para penggiat dan pemerhati teknologi hard disk tetap optimis bahwa masa depan industri hard disk tetap cerah. Salah satu pendekatannya adalah dengan menggunakan teknologi nano-material atau nano-disk. Perkembangan nano-teknologi terutama pada industri semiconductor memberikan inspirasi bagi pemerhati hard disk untuk mencari solusi pada permasalahan di atas. Kita tunggu saja.
read more...

pemprograman komputer 2

PRINTER


A. Pengertian

 Printer adalah salah satu hardware (perangkat keras) yang terhubung ke komputer dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar, dan tampilan lainnya dari komputer ke media kertas atau sejenis. Printer menghasilkan versi permanen dari output (dikenal dengan hard copy) yang ditampilkan pada layar monitor. Alat ini menggunakan teknologi diode cahaya untuk mendapatkan partikel-partikel kecil toner dari cartridge ke kertas. Untuk menghubungkan printer dengan komputer diperlukan sebuah kabel yang terhubung dari printer ke CPU komputer.

Istilah yang dikenal pada resolusi printer disebut dpi (dot per inch). Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus.


B. Bagian-bagian Printer

Printer biasanya terdiri dari beberapa bagian:
• Picker, sebagai alat mengambil kertas dari tray.
• Tray, ialah tempat menaruh kertas.
• Tinta atau toner, adalah alat pencetak sesungguhnya, karena ada sesuatu yang disebut tinta atau toner yang digunakan untuk menulis pada kertas.
• Perbedaan toner dan tinta ialah perbedaan sistem; toner atau laser butuh pemanasan, sedangkan tinta atau inkjet tak butuh pemanasan, hanya pembersihan atau cleaning pada print headnya.
• Kabel fleksibel untuk pengiriman sinyal dari prosesor printer ke tinta atau toner. Kabel ini tipis dan fleksibel, namun kuat.
• Pada bagian belakang printer biasanya ada port paralel atau USB untuk penghubung ke komputer.












C. Jenis-jenis Printer

a. Dot-matrix Printer
Printer Dot-Matrix adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras serta kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Tetapi saat ini printer ini masih banyak digunakan karena memang terkenal 'bandel' (awet). Kelebihan lainnya, pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk printer jenis inkjet dan laserjet. 
Printer dot-matrix, yang populer pada tahun-tahun sebelumnya, sekarang penggunaannya mulai berkurang. Komputer besar yang menggunakan printer dot-matrix atau line printer ini dapat menghasilkan hard copy pada kecepatan 3,000 baris per-menitnya. Walaupun kualitas cetakannya jauh dibawah printer inkjet dan laser, printer ini masih digunakan untuk mencetak copy backup dari data yang besar.
 
   
Contoh gambar printer dot-matrix


b. Ink-Jet Printer

Inkjet printer adalah alat cetak yang sudah menggunakan tinta untuk mencetak dan kualitas untuk mencetak gambar berwarna cukup bagus. Kecepatan mencetak jumlah halaman pada printer Inkjet tidak sama, tergantung pada jenis merk printer tersebut. Tetapi pada inkjet printer, hasil cetakan lebih lama keringnya jika dibandingkan dengan laser printer. Walaupun murah dan menghasilkan output yang baik, tetapi lambat dan juga biaya cetak per-halaman lebih tinggi dibandingkan menggunakan printer laser, karena mahalnya cartridge tinta printer inkjet.

   
Contoh gambar printer ink-jet








c. Laser Printer
Sebagian dari laser printer bentuknya mirip dengan mesin fotokopi. Daya cetaknya juga cukup banyak bisa mencapai lebih dari 10 lembar per menit. Kualitas hasil cetak laser printer pun sangat bagus, sehingga mirip sekali dengan aslinya. Selain itu hasil cetakan cepat kering. Tetapi harga printer ini cukup mahal. Walaupun harga printer laser lebih mahal dari printer inkjet, tetapi secara umum biaya cetak per-halamannya lebih rendah.
Sejarah Laser Printer
Pengguna printer laser sejak pertama kali diperkenalkan terus berkembang, begitupun dengan teknologinya. Ramainya pasar ini membuat salah satu pemain perangkat printer laser, Minolta, berpikir untuk ikut memproduksi printer laser. Tahun 1993 hadirlah produk Minolta ColorScript Laser 1000 yang bisa memproduksi 
dokumen berwarna dan dipasarkan dengan harga 12,499 dolar Amerika. Barulah dipertengahan tahun 1995 Apple Computer mulai mengikuti jejak Minolta dalam memproduksi printer laser berwarna dengan menghadirkan Apple LaserWriter 12/600PS yang mampu mencetak dengan resolusi maksimum 600x600 dpi dan bekal memori internal sebesar 2MB. Harga printer Apple ini juga dijual dengan harga yang jauh lebih murah (US$ 7,000) dibanding printer buatan Minolta.
Teknologi yang dibenamkan di balik printer (inkjet dan laser) selalu menarik untuk diikuti. Jika printer inkjet yang banyak dipakai di rumah dan kantor kecil dibangun dari teknologi cairan, berbeda dengan printer laser yang menggunakan media tinta berupa bubuk, atau yang biasa dikenal dengan toner. Tidak peduli apakah sebuah printer laser memiliki fasilitas warna atau tidak, pada prinsipnya kedua perangkat ini memiliki cara kerja yang sama, yaitu dengan memanfaatkan listrik statis. Inilah alasan utama mengapa printer laser harus menggunakan toner sebagai media tintanya.
Cara Kerja Laser Printer
1. Pemrosesan Gambar Raster: processor dalam pencetak mengubah data untuk dicetak dari format apapun yang ada, ke bitmap halaman untuk dicetak - yang kemudian disimpan dalam memori gambar raster. 
2. Pengisian: Sebuah muatan elektrostatik kemudian diproyeksikan ke drum fotosensitif berputar dalam pencetak. 
3. Penulisan: Sinar laser diarahkan pada cermin poligon berputar, yang mengalihkan sinar itu ke drum fotosensitif. Data yang dirasterisasi kini dibaca, dan digunakan untuk mengendalikan apakah laser itu menyala atau tidak, karena sinar itu menyapu drum - di mana ketika sinar laser mengenai drum muatannya dibalik, menciptakan gambaran listrik laten di permukaan. 

4. Perkembangan: Permukaan drum kemudian dipajankan ke partikel toner bermuatan negatif, yang ditarik ke daerah di mana laser itu menulis gambaran listrik tersimpan. Toner itu akan diusir oleh muatan negatif daerah di drum di mana sinar laser tak mengenainya, dan kemudian menghilangkan muatan. 
5. Transfer: Drum sekarang diputar ke kertas, mengubah gambar dari drum ke kertas (untuk membantu proses ini ada pemutar bermuatan positif di belakang kertas, yang mendorong toner dari drum dan ke kertas). 
6. Penggabungan: Kertas kemudian dilewatkan melalui penggabung, di mana pemutar itu menyiapkan panas dan tekanan untuk mengikat toner ke kertas. 
7. Pembersihan: Sebuah tangkai tak bermuatan listrik dan lampu penembak menghilangkan toner dan semua muatan yang tersisa di drum (semua ini akan terjadi dalam 1 revolusi drum). 
Konsep kerja serupa juga berlaku di printer laser warna. Cuma saja jenis printer laser yang ini memiliki jumlah drum peka cahaya, unit laser, lampu penetral, corona dan toner lebih dari 1 buah, bergantung pada banyaknya warna yang didukung printer
   
Contoh gambar printer laser
read more...

pemprograman komputer 1

INPUT DEVICE: LIGHT PEN


 Light pen digolongkan dalam input device, yaitu peralatan yang berfungsi untuk memasukkan data ke dalam computer. Adapun light pen termasuk dalam peralatan input langsung, yaitu media yang digunakan untuk memasukkan data dan dapat langsung diproses oleh alat pemroses. 
Light pen merupakan salah satu input device dari sistem komputer yang banyak digunakan untuk keperluan menggambar teknis ataupun grafis. Light pen adalah pointer elektronik yang digunakan untuk modifikasi dan men-design gambar dengan screen (monitor). Light pen menggunakan sumber cahaya berupa sensor yang membuat trigger pada mekanisme deteksi pada touch screen. Sensor ini dapat mengirimkan sinyal cahaya ke komputer yang kemudian direkam, dimana layar monitor bekerja dengan merekam enam sinyal elektronik setiap baris per detik untuk menerima masukannya. Light pen disambungkan oleh kabel di belakangnya, lalu kabel tersebut dihubungkan langsung ke komputer. Light pen memungkinkan kita untuk menyentuh suatu titik di layar dan komputer membaca lokasi tersebut.
Cara kerja alat ini adalah sebagai berikut: Bila ujung pena ini kita bawa ke layar monitor, sampai dengan jarak yang cukup dekat, maka apabila kita menggerakan pena ini di layar, akan terdapat gambar ataupun tulisan hasil goresan yang kita buat tadi.
Teknologi ini banyak digunakan untuk membuat grafik dan gambar di dalam perencanaan dengan bantuan komputer (computer aided design). Light pen banyak digunakan karena untuk keperluan menggambar, keyboard dianggap tidak memadai dan hasilnya menjadi kurang teliti. Dengan menyentuhkan ujung light pen pada monitor, maka komputer bisa mengetahui posisi titik mana yang tersentuh oleh light pen.
 Untuk menghasilkan gambar yang bagus, light pen memerlukan adanya monitor dengan kualitas yang prima (high resolution). Dengan adanya sebuah photo transistor detector, maka pada sebuah monitor akan terbagi menjadi beberapa baris dan beberapa kolom. Semakin rapat jarak antara baris dan kolom yang dimiliki oleh monitor, semakin bagus pula gambar yang akan dihasilkannya.
Light pen ada yang dilengkapi dengan papan gambar, dimana pada papan ini permukaannya terbagi menjadi ratusan area, dan area inilah yang kemudian dihubungkan dengan komputer. Setiap sentuhan pena pada area yang bersangkutan, akan menimbulkan denyutan pulsa elektonik. Para arsitek, banyak yang meletakkan kertas berisi gambar 






diatas papan gambar, dan kemudian dengan light pen yang ada, mereka mengikuti gambar yang tersedia. Dengan demikian, light pen akan menempati posisi gambar secara tepat dan teliti. Skema gambar juga muncul melalui monitor. Light pen dengan papan gambar ini biasanya disebut sebagai Grapics Tablet.
Light pen ada juga yang digunakan untuk membaca bar-code. Bar-code adalah suatu garis-garis hitam yang dibuat menurut kode tertentu, dan dicetak dengan menggunakan tinta khusus yang bisa dibaca oleh light pen. Bar-code banyak digunakan di-super market untuk mengkodekan jenis barang yang dijual, harga maupun stock yang dimilikinya. Sinar yang dipancarkan akan membaca bar-code, dan kemudian mengubahnya kedalam pulsa elektronik serta mengirimnya ke-CPU guna keperluan proses berikutnya.
Kita juga dapat menggunakan light pen untuk melakukan tanda tangan secara elektronik ketika menggunakan kartu kredit dalam suatu pembelian.

Light pen di masa depan diperkirakan akan mengalami perubahan besar dibandingkan yang ada saat ini. Ukurannya akan semakin mengecil, namun tidak akan mengubah kualitas penggunaannya. Light pen tidak hanya dapat digunakan untuk membaca barcode, tetapi juga dapat membaca sidik jari manusia, bahkan lebih efektif dibandingkan scanner yang digunakan saat ini. Jadi, light pen akan terus berkembang seiring dengan pemikiran manusia yang terus melahirkan inovasi terbaru setiap detik.
read more...

iyan ke 25


wah wah....kangan juga sm nie blog....

sdah lama juga tak menceritakan tentang iyan:

sekarang iyan lagi rajin rajinya kuliah, isayallah paling lama 2 tahun lagi iyan jadi iyan mulk arafah, S.T ........huhu......

dan spanduk2 congratzzz...akan terpampang dilapangan merah teknik..amin amin..

semester nie iyan sangat melankolis, dan punya banyak harapan ke depan seakan akan sdah hidup sampai 5 tahun kedepan, iyan sudah bisa mengimajinasikan dirinya hidup dimasa itu.

dan tentunya imajinasi yang indah.

semoga bukan cuma khayalan, amin....

walau kedepan hidup akan jauh lebihhhhhhhh sulit, kan ku jalani dengan semangat...!!!

iyan di hari ke 25..sedang BERSEMANGATT!!!!

read more...

Jumat, 23 Oktober 2009

iyan hari ke-24






read more...

Rabu, 08 Juli 2009

iyan hari ke-22

iyan hari ke 22 lagi bosan sanga sangat jenuh dengan liburan.........hanya bisa buang waktu dengan mebuat banyak sekalii perencanaan bisnis,,ternayata jadi pengangguran itu sangat sangat sangat sagnat tidak enak lah.....................

makanya sekarang buat banyak perencanaan tapi belum ada modal...cari investor..tapi kira2 ada yang percaya g y??? sukses aja deh..optimis aja deh.tak ada salahnya bermimpi...............hoho
read more...

Sabtu, 04 Juli 2009

iyan hari ke 21.

iyan sedang berada dibulukumba bumi panrita lopi, kota penuh dengan dengan kenangan masa kecil. yah.kotanya memang kecil...kadang ku membandingkan kota besar yag telah terbangung lama dibadingkan dengan kota bulukumba ternyata bulukumba masih lebih baik, lapangan kerja masih sangat banyak..maka betapa bodohnya orang orang yang selalu ingin pergi kekota besar untukmencari pekerjaan, kota besar yang panas, macet dan sangat berdebu, dipenuhi denga persangingan kebohongan.

hari ini iyan manjadi orang yang penuh dengan hasrat melankolis...iyaj sedang bergundah ria akan keadaan masyarat sekitar ku yang pengangguranya luar biasa..kasian mereka......
read more...

Rabu, 10 Juni 2009

hari ini.......



iyan kecelakaan..iyan kesakitan..iyan kehabisan uang ongkosi motor..tabrak bapak bapak yang lagi bonceng 2 orang anak laki lakinya .....
read more...